Susu Formula Nestle Terindikasi Cemaran Toksin, BPOM Ungkap Fakta di Indonesia

Susu formula Nestle terindikasi cemaran toksin cereulide. BPOM mengungkap fakta, hasil uji, dan langkah penarikan produk di Indonesia.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 12:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu produk susu formula bayi belakangan ditarik dari 49 negara karena diduga terkontaminasi toksin. 

Hal ini terjadi usai European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) dan The International Food Safety Authorities Network (INFOSAN) memberi peringatan terkait produk tersebut. 

Tentang hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memberi tanggapan sebagai berikut: 

  • Penarikan produk formula bayi produksi Nestlé Suisse SA-Pabrik Konolfingen, Swiss di beberapa negara disebabkan adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi.

"Produk yang terdampak tersebut hanya produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1," jelas Kepala BPOM, Taruna Ikrar dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

  • Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, 2 bets produk susu formula terdampak tersebut diimpor ke Indonesia. Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg).
  • Meskipun demikian, BPOM tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan pengguna produk formula tersebut (bayi).
  • BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi dan melakukan penghentian sementara importasi produk tersebut. Paralel dengan itu, PT Nestle Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM.

Belum Ada Laporan Sakit

Hingga penjelasan ini diterbitkan, belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia berkaitan dengan konsumsi formula bayi tersebut.

Toksin cereulide dalam produk tersebut adalah toksin yang diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini bersifat tahan panas (heat stable)/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa. Akibat yang dapat timbul karena paparan toksin ini bersifat segera, umumnya antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa.

BPOM mengimbau agar masyarakat yang memiliki produk S-26 Promil Gold pHPro 1 (nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1) untuk segera menghentikan penggunaan produk.

"Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestlé Indonesia untuk proses pengembalian/penukaran," imbau Taruna.

Tak Usah Khawatir Gunakan Produk Lainnya

BPOM juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk menggunakan/mengonsumsi produk Nestlé lainnya, termasuk produk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets selain yang disebutkan di atas.

BPOM tetap terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market serta berkoordinasi dengan otoritas pengawas obat dan makanan lainnya secara intensif untuk memastikan produk pangan yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

BPOM mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan.  

Indonesia Tak Termasuk Daftar 49 Negara  

Sebelumnya, Nestle telah menarik beberapa batch susu formula bayi di 49 negara sejak Desember 2025. Indonesia tidak termasuk dalam daftar 49 negara tersebut.  

Terkait penarikan susu formula bayi di berbagai negara, Nestle Indonesia mengatakan bahwa seluruh produk yang dijual perusahaan tersebut di Tanah Air aman.  

"Sehubungan dengan berita mengenai penarikan sejumlah batch produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara, kami ingin menginformasikan bahwa seluruh produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia aman untuk dikonsumsi," tulis Nestle Indonesia dalam pernyataan tertulis pada Jumat, 9 Januari 2026.  

Seluruh pabrik Nestle Indonesia tidak terdampak. Lalu, seluruh produk susu formula yang diproduksi secara lokal dapat dipastikan keamanannya. Kemudian, produk impor yang dipasarkan di Indonesia dipastikan keamanannya.  

"Produk impor yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia juga telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku, yang telah dipastikan melalui pengujian yang komprehensif," kata perusahaan tersebut.  

Sebelumnya, Nestle menarik susu formula bayi sesudah produk SMA, BEBA, dan NAN ada kemungkinan terkontaminasi toksin yang menyebabkan mual dan muntah.   Penarikan susu formula bayi dimulai pada Desember di beberapa negara di Eropa, Turki dan Argentina.