Durian Black Thorn Aceh Dipuji Menkeu Purbaya, Dokter Ungkap Fakta Gizi dan Aturan Konsumsinya

Durian Black Thorn Aceh dipuji Menkeu Purbaya. Dokter ungkap fakta gizi, manfaat kesehatan, dan aturan konsumsi aman.

Diterbitkan 13 Januari 2026, 16:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Durian Black Thorn Aceh mencuri perhatian setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menikmati durian lokal tersebut saat berkunjung ke Pantai Lhoknga, Aceh, usai menghadiri Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah di Banda Aceh.

Dalam unggahan video di akun TikTok pribadinya, Menkeu Purbaya terlihat menikmati durian Black Thorn sambil menyeruput teh Aceh dengan latar pemandangan pantai yang bersih dan alami. Dia bahkan mengaku menghabiskan lima butir durian karena rasanya yang memikat.

"Enak! Yang ini enggak kalah sama Musang King. Ini Black Thorn lokal katanya. Lumayan nih, enak," ujar Purbaya dalam video tersebut.

Menurutnya, durian Aceh memiliki kualitas rasa yang sangat baik. "Durian Aceh top. Di Jawa kalau beli pinggir jalan sering enggak enak. Atau saya yang enggak pintar milih. Makanya saya jarang beli durian di Jakarta. Ini recommended banget," tambahnya.

Durian Black Thorn atau durian duri hitam dikenal sebagai salah satu varietas unggulan di kalangan pencinta durian. Teksturnya tidak lengket di tangan, tapi lumer di mulut dengan rasa manis, legit, dan creamy.

Aromanya harum khas durian, tetapi tidak terlalu menyengat, sehingga relatif lebih ramah bagi penciuman. Warna dagingnya kuning keemasan dan tampak lebih menarik dibanding banyak varietas lain.

 

Asal Usul Durian Black Thorn

Secara asal-usul, Black Thorn dikenal sebagai varietas durian yang berkembang di Malaysia dan populer sejak awal 2000-an. Namun kini, durian dengan karakter serupa juga dikembangkan secara lokal, termasuk di Aceh.

Dari sisi kesehatan, dr. Danang Ardiyanto, MKM, dokter di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, menjelaskan, secara botani durian Black Thorn tetap berasal dari spesies yang sama, yakni Durio zibethinus.

"Perbedaan antarvarietas durian bukan pada 'jenis duriannya', melainkan pada komposisi gizinya, seperti lemak, mineral, serat, hingga senyawa antioksidan," ujar Danang kepada Health Liputan6.com melalui aplikasi pesan singkat.

Dia, menyebutkan, durian mengandung kalium cukup tinggi, yang bermanfaat untuk fungsi otot, saraf, dan membantu pengaturan tekanan darah.

Selain itu, beberapa varietas durian memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) yang relatif lebih ramah bagi profil kolesterol dibanding lemak jenuh.

"Namun durian tetap termasuk buah padat energi. Jadi meski lemaknya lebih ‘ramah’, konteks total kalori harian tetap harus diperhatikan," tambahnya.

 

Kandungan Buah Durian

Durian juga mengandung serat larut dan tidak larut yang membantu rasa kenyang dan memperlambat penyerapan gula darah. Bahkan, salah satu studi menunjukkan indeks glikemik (GI) durian tergolong rendah. Meski begitu, dr. Danang mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah.

"GI rendah bukan berarti boleh makan banyak. Porsi tetap kunci, terutama bagi penderita diabetes atau prediabetes," katanya.

Dia menyarankan durian dikonsumsi sebagai camilan atau porsi buah, bukan pencuci mulut setelah makan besar. "Cukup 1–2 ulas kecil, lalu imbangi dengan sayur, protein, dan aktivitas fisik," katanya.