Bukan Cuma Segar, Makan 2 Buah Kiwi Ternyata Punya Manfaat Tak Terduga untuk Kulit

Kulit wajah yang mulai kendur dan tampak berkerut merupakan kondisi alami yang kerap terjadi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dikenal sebagai kulit crepey, yakni saat kulit kehilangan elastisitas dan kepadatannya sehingga tampak lebih tipis dan kurang kencang.

OlehMasni
Diterbitkan 08 Januari 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kulit wajah yang mulai kendur dan tampak berkerut merupakan kondisi alami yang kerap terjadi seiring bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitas dan kepadatannya sehingga tampak lebih tipis dan kurang kencang.

Selama ini, banyak orang mengandalkan krim atau perawatan kecantikan berbiaya tinggi untuk mengatasinya. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa solusi sederhana justru bisa dimulai dari pola makan sehari-hari.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology mengungkapkan bahwa konsumsi dua buah kiwi setiap hari berpotensi meningkatkan kadar vitamin C di dalam kulit dilansir dari Health pada Rabu, 7 Januari 2026.

Vitamin C diketahui berperan penting dalam pembentukan kolagen, yaitu protein utama yang menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan elastis. Peningkatan kadar vitamin C di kulit dinilai dapat membantu memperbaiki struktur dan kualitas kulit yang mulai menua.

Studi Konsumsi Kiwi dan Dampaknya pada Kulit

Dalam penelitian tersebut, peneliti melibatkan 38 partisipan dari Selandia Baru dan Jerman. Mayoritas peserta merupakan perempuan dengan usia rata-rata 57 tahun. Selama delapan minggu, para partisipan diminta mengonsumsi dua buah kiwi setiap hari. Satu buah kiwi mengandung sekitar 125 miligram vitamin C.

Sampel darah dan jaringan kulit diambil sebelum dan setelah periode penelitian untuk mengukur perubahan kadar vitamin C di dalam tubuh.

Hasilnya, peneliti menemukan peningkatan signifikan vitamin C, baik dalam darah maupun jaringan kulit. Peningkatan ini dikaitkan dengan kulit yang menjadi lebih padat, kencang, serta memiliki proses regenerasi lapisan kulit yang lebih cepat.

Ahli diet kardiologi dari Entirely Nourished, Michelle Routhenstein, menjelaskan bahwa kadar vitamin C yang lebih tinggi berhubungan dengan kepadatan kulit yang lebih baik dan pembaruan sel yang lebih optimal. Hal ini menunjukkan bahwa metabolisme kolagen dalam tubuh berjalan dengan baik.

Routhenstein juga menambahkan, studi ini menjadi salah satu penelitian awal yang menunjukkan bahwa asupan vitamin C dari makanan dapat secara langsung meningkatkan kadar vitamin C di kulit dan memberikan perubahan yang terukur.

Keterbatasan Penelitian

Meski hasilnya menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Jumlah sampel yang dianalisis secara mendalam relatif kecil, yakni hanya 26 partisipan. Selain itu, penelitian ini tidak melibatkan kelompok plasebo, sehingga belum dapat dipastikan sepenuhnya bahwa perubahan kulit hanya disebabkan oleh konsumsi kiwi.

Kondisi awal peserta juga menjadi catatan penting. Sebagian besar partisipan diketahui memiliki kadar vitamin C yang rendah sejak awal penelitian.

“Efeknya mungkin tidak akan sebesar ini pada orang yang asupan vitamin C-nya sudah tercukupi,” ujar Lauren Manaker, MS, RDN, ahli gizi dari Nutrition Now Counseling.

Tips Aman Mengonsumsi Kiwi

Selain tinggi vitamin C, kiwi juga mengandung serat, kalium, karotenoid, serta antioksidan seperti polifenol yang membantu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Meski begitu, konsumsi kiwi sebaiknya secukupnya. Kandungan serat yang cukup tinggi dapat memicu gangguan pencernaan ringan jika dikonsumsi dalam jumlah besar secara mendadak.

“Yang terpenting adalah konsistensi asupan nutrisi, bukan hanya jenis buah tertentu. Vitamin C juga bisa diperoleh dari buah dan sayuran lain seperti jeruk, stroberi, beri, maupun paprika,” kata Routhenstein.