Miliki Kandungan Atsiri Tinggi, Melati Berpotensi Jadi Bahan Baku Kosmetik

Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, berpotensi jadi bahan baku kosmetik.

Diterbitkan 01 Januari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Melati (Jasminum sambac) memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku kosmetik.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Ani Kurniawati mengatakan, melati putih memiliki kadar minyak atsiri (minyak esensial) yang relatif tinggi.

“Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri,” kata Ani mengutip laman IPB, Rabu (31/12/2025).

Peneliti komoditas bahan baku kosmetik ini menyampaikan, melati dan beberapa jenis tanaman seperti kenanga, kulit manggis, jintan hitam habbatussauda, umbi bengkuang, nilam, jahe, dan kunyit merupakan contoh tanaman yang berpotensi sebagai bahan kosmetik. Berbagai komoditas ini juga telah dilakukan kajian agronomi dalam penyediaan bahan bakunya.

Menurut Ani, tren kosmetik berbasis bahan alam kini berkembang pesat di tingkat global. Pasar biokosmetik alami diperkirakan akan mencapai lebih dari USD 54,5 miliar pada tahun 2027.

“Melati putih menjadi salah satu bahan potensial dari Indonesia karena kandungan bioaktifnya yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antiaging, serta pencerah kulit,” paparnya.

Selain kosmetik, melati juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Aroma melati dapat menenangkan dapat membantu meredakan stres. Penelitian menunjukkan bahwa melati memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Kandungan antioksidan dalam melati juga berperan dalam memperlambat proses penuaan. Selain itu, melati juga dapat digunakan sebagai penghilang bau badan alami.

 

Eksplorasi Jenis Melati Lain

Ani berharap eksplorasi jenis-jenis melati lain terus dikembangkan agar dapat diketahui manfaatnya termasuk untuk keperluan kesehatan dan kosmetik.

Melati sendiri biasanya tumbuh di daerah beriklim hangat. Banyak ditanam di wilayah Jawa Tengah seperti Tegal, Pemalang, Batang, Pamekasan, Madura dan Pasuruan, Jawa Timur.

Melati adalah bunga populer di Indonesia, bahkan menjadi simbol flora nasional ‘Puspa Bangsa’.

Selama ini, melati banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan upacara atau ritual keagamaan, pernikahan, dan bunga tabur.

 

Melati sebagai Bahan Obat

Melansir Web MD, meski belum cukup bukti, melati dikenal sebagai tanaman yang bunganya digunakan untuk membuat obat. Termasuk obat untuk keluhan-keluhan berikut:

  • Penyakit hati (hepatitis)
  • Nyeri akibat jaringan parut hati (sirosis)
  • Sakit perut akibat diare parah (disentri)
  • Mencegah stroke
  • Obat relaksasi (obat penenang)
  • Peningkat hasrat seksual (sebagai afrodisiak)
  • Pengobatan kanker.

Melati juga kerap digunakan di permukaan kulit untuk mengatasi penyakit kulit serta mempercepat penyembuhan luka. Melati dapat pula dihirup untuk meningkatkan mood (suasana hati), mengurangi stres, dan mengurangi nafsu makan. Namun, perlu penelitian lebih mendalam soal manfaat-manfaat tersebut.

Dalam makanan, melati digunakan untuk memberi rasa pada minuman, makanan penutup, permen, makanan yang dipanggang, gelatin, dan puding. Tak heran kita sering menemukan minuman rasa melati seperti teh melati.

“Di bidang manufaktur, melati digunakan untuk menambah keharuman pada krim, lotion, dan parfum,” mengutip Web MD, Selasa (5/9/2023) seperti ditinjau ulang oleh dokter umum, Ainni Putri Sakih, dari Rumah Sakit Bakti Timah, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

 

Teh Melati

Melati juga kerap dicampur dengan teh, menjadi minuman yang disebut teh melati. Di Indonesia, konsumsi teh melati bukanlah hal asing.

Teh dan melati dibudidayakan di Tiongkok pada masa Dinasti Tang (618-907). Namun, diperkirakan teh melati sudah diminum bahkan sebelum masa itu. Bagi banyak orang, meminum teh melati merupakan pengalaman yang menyenangkan dan menyehatkan.

Teh melati adalah teh beraroma bunga dari tanaman melati. Teh ini sebenarnya hanyalah teh biasa yang ditambahkan bunga melati agar tercipta aroma dan rasa yang unik.

Meski sebagian orang membuat teh melati dengan oolong atau teh hitam, minuman tradisionalnya menggunakan daun teh hijau. Pada metode klasik, petani melapisi daun teh hijau dengan bunga melati agar aromanya meresap ke dalam teh.

Meskipun aroma melati menambah dimensi lain pada pengalaman minum teh, sebagian besar manfaat teh melati bagi kesehatan berasal dari teh itu sendiri.

 

Kandungan dan Manfaat Teh Melati

Penelitian telah menunjukkan beberapa manfaat kesehatan dari minum teh melati, tapi efek positifnya paling banyak datang dari teh hijau, bukan dari melatinya.

Teh melati kaya akan antioksidan polifenol. Antioksidan yang terkandung dalam teh ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Teh hijau kaya akan antioksidan, termasuk jenis yang disebut katekin. Para ilmuwan khususnya tertarik pada satu katekin tertentu: epigallocationchin gallate atau EGCG.

Katekin yang terkandung dalam teh melati dapat membantu melindungi gigi dari kerusakan dengan membunuh bakteri pembunuh plak, seperti Streptococcus mutans. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa teh melati dapat memerangi bau mulut dengan mengurangi bakteri yang dapat menyebabkan bau.

Teh melati mengandung senyawa EGCG yang dapat membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif dan mengurangi kadar gula darah. Analisis dari 12 studi menunjukkan bahwa minum 3 cangkir teh melati setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko terkena diabetes tipe-2.

Ekstrak teh hijau disebut dapat mencegah tumor dalam berbagai penelitian pada hewan. Namun, para ilmuwan gagal untuk secara konsisten menduplikasi hasil ini dalam penelitian pada manusia.

Meski begitu, beberapa ilmuwan meyakini teh hijau dapat mengurangi risiko kanker. Mereka berpendapat bahwa banyaknya variabel dalam penelitian pada manusia menyulitkan pembuktian ini. Dengan kata lain, topik tersebut memerlukan penelitian lebih lanjut.

Dalam penelitian lain disebut bahwa aroma teh melati dapat meningkatkan mood. Aromanya juga memberikan efek menenangkan pada sistem saraf otonom yang mengontrol pernapasan, detak jantung, dan pencernaan.

Teh melati dianggap dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat nyeri sendi dan radang sendi. Tak hanya itu, sifat anti-inflamasi yang dimilikinya juga dapat mengurangi pembengkakan dan radang pada sendi.