Libur Natal hingga Tahun Baru, Begini Situasi Keamanan Kesehatan di Penghujung 2025

Situasi keamanan kesehatan di penghujung 2025 dan awal 2026 menunjukkan adanya peningkatan risiko yang bukan berasal dari faktor tunggal, relatif terkendali tapi rentan.

Diterbitkan 25 Desember 2025, 10:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian masyarakat Indonesia tengah merayakan Natal dan menikmati waktu libur hingga tahun baru.

Di tengah suasana suka cita, penting untuk mengetahui situasi keamanan kesehatan di penghujung 2025 dan awal 2026 agar terhindar dari penyakit dan tetap bugar hingga liburan usai.

Epidemiolog Dicky Budiman mengungkap, situasi keamanan kesehatan di penghujung 2025 menunjukkan adanya peningkatan risiko yang bukan berasal dari faktor tunggal.

“Bagaimana situasi libur panjang terhadap risiko kesehatan, terutama hari ini libur Natal sampai tahun baru? Secara umum di penghujung 2025 dan awal tahun di Indonesia adalah periode dengan risiko kesehatan yang meningkat, bukan karena satu faktor tunggal tapi akibat akumulasi beberapa risiko yang saling berinteraksi,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com melalui pesan suara, Kamis (25/12/2025).

Dari aspek epidemiologi penyakit menular, akhir dan awal tahun di negara tropis seperti Indonesia biasanya bertepatan dengan musim hujan. Ini meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza like illness (ILI), COVID-19, termasuk demam berdarah dengue (DBD), serta leptospirosis.

"Nah, mobilitas penduduk yang sangat tinggi, mudik, liburan, ibadah massal, wisata, ini memperbesar peluang penularan penyakit antar manusia,” kata Dicky.

 

Akhir dan Awal Tahun adalah Periode Rawan Sakit

Lantas, mengapa akhir dan awal tahun menjadi periode rawan sakit?

“Karena dari sisi kesehatan individual dan sistem kesehatan itu sering terjadi kelelahan fisik akibat perjalanan panjang, pola makan tidak seimbang, kurang tidur dan penurunan kepatuhan terhadap pengobatan rutin.”

Di sisi lain, fasilitas kesehatan bekerja pada kapasitas tinggi. Sementara, sebagian tenaga kesehatan juga mengambil cuti.

“Jadi situasi keamanan kesehatan saat natal 2025 dan tahun baru 2026 bisa dikatakan relatif terkendali tapi rentan, sehingga membutuhkan kewaspadaan aktif,” imbau Dicky.

 

Risiko Lingkungan dan Bencana

Sementara, dari perspektif risiko lingkungan dan bencana, periode akhir dan awal tahun identik dengan peningkatan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan gangguan transportasi.

“Dampak tidak langsungnya bisa berupa terhambatnya akses layanan kesehatan, juga gangguan rantai pasok obat serta logistik medis. Termasuk juga aspek gangguan pada kesehatan mental,” kata ahli kesehatan lingkungan itu.

“Karena negara kita ini negara yang rawan bencana jadi harus dimitigasi betul, kehati-hatian,” imbuhnya.