Hindari Ruam pada Anak, Ini Durasi Mengganti Popok yang Ideal Sesuai Anjuran Dokter

Dokter anak, Damar Prasetya Ajie Putra, mengungkapkan waktu yang ideal bagi orang tua mengganti popok anak adalah setiap tiga samapi empat jam. Aturan ini sesuai dengan pedoman IDAI.

Diterbitkan 22 Desember 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dokter Anak dari Rumah Sakit PELNI, dr. Damar Prasetya Ajie Putra, Msc, Sp.A, mengungkapkan bahwa durasi yang ideal untuk mengganti popok anak adalah setiap tiga sampai empat jam. Hal ini sesuai dengan pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), American Academy of Pediatrics, dan pedoman dokter anak di Eropa.

“Jadi, setidaknya ganti popok itu adalah setiap tiga sampai empat jam, atau lebih cepat. Apabila moms and dads melihat ya tadi sudah penuh. Apabila yang kedua, tipe kulitnya sensitif banget. Dok, saya kalau tiga empat jam ternyata masih ruam nih, dok. Jadi, kayaknya ada yang tiap dua jam juga,” jelasnya dalam acara Launching Baby Happy Soft & Comfort pada Minggu, 21 Desember 2025.

Dia menggarisbawahi, aturan ini juga disesuaikan dengan usia anak. Biasanya, bayi yang awalnya lebih banyak buang air memerlukan waktu ganti popok lebih sering. Setelahnya ketika anak bertambah besar, durasi penggantian akan menjadi lebih panjang.

“Lebih cepat boleh dilakukan apabila memang anak kita udah ruam atau memang udah penuh duluan. Ya nggak usah nunggu tiga sampai empat jam,” ujarnya.

 

Bahaya ISK Akibat Masalah Popok

Infeksi saluran kemih atau ISK disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah popok. Jarang mengganti popok atau tidak membersihkan area bokong bayi secara tepat memicu ISK pada anak. Sehingga anak memiliki indikasi demam tinggi hingga ruam.

Damar mengatakan bahwa hal-hal tersebut harus diperhatikan. Bukan hanya soal popok mana yang cocok bagi anak, tapi juga bagaimana para orang tua menjaga kebersihan si kecil.

Pada kesempatan yang sama, seorang model Indonesia, Patricia Gouw, membagikan cerita anaknya yang sempat terkena ISK. Hal ini karena teknik pembersihan yang salah setelah mengganti popok.

“Jadi waktu itu memang aku sempat, aku juga first time mom ya, jadi nggak paham mungkin kayak asal udah gini terus ke atas gitu. Jadi kena infeksi gitu kan juga aku nggak paham gitu kan. Aku pikir menyalahkan popoknya, ternyata dari cara aku,” ungkapnya.

Menurut arahan dokternya, Patgouw menjelaskan cara membersihkan bokong bayi yang benar adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini agar sisa-sisa kotoran dapat terbuang dan tidak menempel pada area saluran kemih. Sehingga anak bisa terhindar dari ISK atau masalah lain yang mengancam kesehatannya.