Liputan6.com, Jakarta - Saat demam, banyak orang secara spontan mengompres dahi dengan air dingin. Cara ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang dipercaya dapat menurunkan suhu tubuh dengan cepat. Namun, siapa sangka, penanganan demam tidak sesederhana itu. Kompres yang salah justru bisa membuat panas tubuh bertahan lebih lama.
Dokter spesialis kedokteran keluarga, Dr. Neha Vyas, menjelaskan, demam merupakan respons alami tubuh ketika sedang melawan infeksi. Kondisi ini menandakan sistem kekebalan bekerja untuk melindungi tubuh. Oleh sebab itu, penanganannya perlu disesuaikan dengan mekanisme tubuh agar proses pemulihan tidak terhambat.
"Dalam banyak kasus, demam ringan di bawah 38,3 derajat Celsius tidak perlu langsung diturunkan karena biasanya akan turun sendiri," kata Vyas seperti dikutip dari clevelandclinic.org pada Kamis, 18 Desember 2025.
Advertisement
Menurut situs Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, banyak yang belum memahami bahwa kompres air dingin tidak dianjurkan saat demam. Kompres dingin dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan kulit menyempit.
Akibatnya, panas dari dalam tubuh justru terperangkap dan sulit dikeluarkan. Inilah alasan mengapa setelah dikompres air dingin, sebagian orang justru merasa menggigil dan tidak nyaman.
Kompres hangat atau suam-suam kuku lebih dianjurkan saat demam. Suhu hangat pada kulit membantu pembuluh darah melebar sehingga panas tubuh bisa dilepaskan secara perlahan dan aman.
Kompres hangat membantu tubuh menurunkan suhu secara bertahap tanpa membuat tubuh kaget.
Â
Â
Lokasi Kompres Bukan di Dahi
Selain suhu air, lokasi kompres juga sering keliru. Dahi kerap menjadi pilihan utama karena mudah dijangkau dan memberi sensasi sejuk. Namun, efeknya hanya sementara dan tidak terlalu efektif menurunkan suhu tubuh. Area yang lebih dianjurkan adalah ketiak, karena terdapat pembuluh darah besar yang berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh.
Ketiak menjadi titik strategis karena panas dari dalam tubuh bisa lebih cepat dilepaskan melalui aliran darah di area tersebut. Selain ketiak, lipatan paha juga dapat digunakan sebagai alternatif. Sementara itu, kompres di dahi lebih cocok untuk membantu meredakan sakit kepala, bukan demam.
Cara melakukan kompres hangat pun perlu diperhatikan. Gunakan air hangat suam-suam kuku, celupkan kain bersih, peras hingga tidak menetes, lalu letakkan di ketiak selama 10–15 menit. Proses ini bisa diulang secara berkala dengan jeda waktu agar kulit tidak iritasi.
Hindari penggunaan air yang terlalu panas atau terlalu dingin. Kompres seharusnya membuat tubuh merasa lebih nyaman, bukan menimbulkan rasa menggigil.
Â
Â
Advertisement
Tidur dan Makan yang Benar Saat Demam
Selain kompres, Vyas mengingatkan bahwa penanganan demam juga perlu didukung dengan istirahat cukup dan asupan cairan yang memadai. Minum air putih membantu mencegah dehidrasi, sementara istirahat memberi kesempatan tubuh untuk fokus melawan infeksi.
Meski demikian, kompres bukanlah pengganti penanganan medis. Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, mencapai suhu di atas 39 derajat Celsius, atau disertai gejala seperti kejang, leher kaku, atau gangguan kesadaran, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
Kesalahan dalam menangani demam masih sering terjadi di masyarakat. Dengan memahami bahwa demam bukan dikompres air dingin dan bukan di dahi, penanganan sederhana ini bisa menjadi langkah awal yang aman untuk membantu proses pemulihan tubuh.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904776/original/ACg8ocLJO-w6RNBOjo3hOMhk2-bZl9KywbTcRm2xJ7IemIOa_GQjU6s%3Ds96-c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5352150/original/069682400_1758092818-girl-with-wet-towel-forehead.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5068462/original/098513000_1735277782-1735034891153_arti-mimpi-anak-sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5351488/original/089250600_1758074937-6a04ead7-4a5f-4a41-bd4c-dbabc0ac5d74.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566696/original/024786300_1777216936-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Neurologi_Anak_RSIA_Bunda_Jakarta__Dr._dr._Achmad_Rafli__Sp.A__Subsp._Neuro_K___FICNA_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2409204/original/076295400_1542271982-Kelly_Sikkema.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3224866/original/056906700_1598937654-20200901-Imunisasi-Campak-Anak-Sekolah-Dasar-DWI-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493211/original/012513100_1770197442-WhatsApp_Image_2026-02-04_at_16.12.17.jpeg)