RS dan Puskesmas di Aceh Tamiang Terdampak Banjir, Layanan Kesehatan Dilakukan di Posko dan Pengungsian

Kemenkes RI mengungkapkan layanan kesehatan dilakukan di posko kesehatan maupun pengungsian yang ada di Aceh Tamiang.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu di Kabupaten Aceh Tamiang belum dapat beroperasi karena banjir bandang menerjang wilayah tersebut. 

"Bagi fasilitas kesehatan terdampak, layanan diberikan di posko kesehatan atau pengungsian," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Aceh mengungkapkan di tengah kondisi bencana banjir maka layanan memaksimalkan lantai yang tidak terdampak yakni lantai 3. 

"Tenaga kesehatan kami di Tamiang itu mengungsi di lantai dua, lalu pasien di bawa ke lantai 3," kata Ketua IDAI Cabang Aceh, Raihan pada 1 Desember 2025. 

Lalu, pasien yang berada di rumah sakit yang kebanjiran, kata Raihan, diungsikan ke rumah sakit yang bisa memberikan layanan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat dua rumah sakit yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang. Lalu, ada 15 puskesmas dan 32 puskesmas pembantu di sana.

Banjir Bandang di Aceh Tamiang

Banjir yang menerjang di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan 12 kecamatan terdampak. Hingga Senin (1/12/2025), baru dua kecamatan yang sudah bisa diakses untuk pengiriman bantuan. Sisanya masih terisolasi.

Data sementara ada 10 korban jiwa dalam musibah banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang. "Saat ini kita belum bisa menjangkau seluruh kecamatan, karena masih terendam air dan jalan yang dilalui juga ada yang tertimbun longsor,” kata Bupati Armia Fahmi mengutip Antara.

Dia menjelaskan bantuan yang telah disalurkan baru ke dua kecamatan yakni Kuala Simpang, Karang Baru, dan sebagian Kecamatan Rantau. Sementara kecamatan lainnya belum bisa dijangkau.