Mantan PM Inggris David Cameron Didiagnosis Kanker Prostat, Ketahui Gejalanya

Mantan PM Inggris David Cameron didiagnosis kanker prostat, suatu kondisi ketika sel mengalami perubahan pada kelenjar prostat.

Diterbitkan 25 November 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, baru-baru ini mengungkapkan perjuangannya melawan kanker prostat. Diagnosis ini diterima Cameron pada usia 59 tahun, setelah sang istri, Samantha, secara proaktif mendorongnya untuk menjalani tes kesehatan.

Serangkaian tes ia jalani untuk mengetahui kondisi prostatnya. Mulai dari tes Prostate-Specific Antigen (PSA, biopsi  hingga Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Saya melakukan pemindaian MRI dengan beberapa tanda hitam di atasnya. Saya pikir, ‘Ah, itu mungkin baik-baik saja,’” katanya pada The Times

Namun, ketika dokter mendiagnosis ia mengidap kanker prostat, Cameron mengaku langsung merasa tak nyaman. Ia merasa cemas.

“Saya selalu takut mendengar kata-kata itu dan kemudian secara harfiah ketika mereka keluar dari mulut dokter, saya berpikir, ‘Oh tidak, dia akan mengatakannya.’”

Kanker prostat seperti yang David Cameron adalah suatu kondisi ketika sel mengalami perubahan pada kelenjar prostat.

Di Amerika Serikat, sekitar 11 persen pria di sana mengalami kanker prostat. Dari orang yang terdiagnosis 2,5 persen meninggal karena kanker prostat mengutip National Cancer Institute.

 

Gejala Kanker Prostat

Mengutip Mayo Clinic, pada tahap awal, kanker prostat sering tidak menunjukkan gejala. Sebagian besar kasus yang terdeteksi dini dapat disembuhkan.

Ketika muncul gejala, beberapa tanda yang bisa terjadi antara lain:

  • Darah dalam urine
  • Darah dalam air mani
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Sulit memulai buang air kecilLebih sering bangun untuk buang air kecil di malam hari.

Jika kanker prostat sudah menyebar, gejalanya dapat meluas seperti:

  • Kebocoran urine yang tidak disengaja.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri tulang.
  • Gangguan ereksi atau disfungsi ereksi.
  • Tubuh terasa sangat lelah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Kelemahan pada tangan atau kaki.

 

 

David Cameron Jalani Pengobatan Kanker Prostat

Setelah diagosis kanker prostat tegak, David Cameron menjalani pengobatan. Namun, Cameron dihadapkan pada pilihan untuk menunggu sambil melihat perkembangan kanker atau langsung menjalani perawatan, yang memiliki risiko efek samping seperti disfungsi ereksi dan inkontinensia.

Ia memilih menjalani terapi fokal, yang melibatkan penggunaan jarum untuk mengirimkan denyut listrik yang memecah kanker.

 

 

Inovasi Perawatan dan Pentingnya Deteksi Dini

Pengalaman yang David Cameron alami membuatnya juga jadi semangat untuk mengampanyekan bagi pria berisiko untuk menjalani skrining kanker prostat.

 "Saya sebenarnya tidak suka membicarakan masalah kesehatan pribadi saya, tapi saya merasa harus,” ujarnya.

“Mari kita jujur, pria tidak pandai berbicara tentang kesehatan. Kita cenderung menunda-nunda,” tambahnya.