Gambaran Pasien Kanker Payudara di Film dan Sinetron Bikin Takut, Ini Dampak Buruknya

YKPI soroti dampak gambaran keliru pasien kanker payudara di film dan sinetron yang bikin perempuan takut berobat.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak didiagnosis di dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya, gambaran menakutkan tentang penyakit ini di film dan sinetron sering kali membuat pasien mengalami penolakan atau denial terhadap kondisi kesehatan mereka.

Fenomena ini bukan hanya disebabkan oleh ketidakpercayaan pada diagnosis dokter, tapi juga oleh rasa sakit, minimnya informasi, serta faktor budaya dan keluarga. Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Amalia Sari menjelaskan bahwa banyak pasien kanker payudara menunda pengobatan karena ketakutan yang berlebihan.

"Orang kemoterapi juga, nggak meninggal, banyak," ujarnya. 

Namun, gambaran negatif yang berkembang di masyarakat sering kali membuat perempuan merasa tertekan dan enggan untuk mencari pengobatan. Selain itu, kurangnya informasi mengenai kanker payudara juga berkontribusi pada penolakan ini. 

Banyak perempuan tidak menyadari bahwa kanker payudara pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga mereka cenderung mengabaikan gejala yang muncul.

Penyebab Penolakan Pasien Kanker Payudara

Berikut adalah beberapa penyebab utama penolakan yang dialami pasien kanker payudara:

  • Ketakutan yang Berlebihan: Gambaran menakutkan di media membuat banyak orang memiliki pandangan negatif tentang kemoterapi dan pengobatan kanker.
  • Kurangnya Informasi: Banyak perempuan tidak mengetahui pentingnya pemeriksaan dini dan tidak menyadari gejala awal kanker payudara.
  • Faktor Budaya dan Keluarga: Beberapa pasien memilih untuk menyembunyikan kondisi mereka dari keluarga karena takut akan reaksi yang negatif.
  • Kendala Biaya dan Akses: Biaya pengobatan yang tinggi dan akses terbatas ke fasilitas kesehatan juga menjadi alasan penundaan pengobatan.

Linda menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan dan segera berkonsultasi ke dokter jika menemukan benjolan yang menetap. "Sebulan, dua bulan, tiga bulan, nggak kemana-mana, dia di situ-situ aja, kita harus segera SADANIS (Periksa Payudara Klinis)," ujarnya.

Dampak Buruk Penolakan yang Berkepanjangan

Penolakan yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi kanker. Linda menjelaskan, perbedaan waktu dua minggu saja dapat mengubah kondisi kanker. Jika pasien menunda pengobatan hingga kanker menyebar ke organ lain, penanganannya menjadi lebih sulit. 

"Metastasis adalah ketika kanker menyebar melampaui tempat asalnya ke area lain di tubuh," ujarnya. Untuk mengatasi masalah ini, YKPI melakukan pelatihan pendampingan bagi pasien kanker payudara. 

Pendamping akan membantu pasien memahami kondisi mereka dan tetap semangat menjalani pengobatan. YKPI juga melibatkan para penyintas dalam kegiatan edukasi, sehingga pasien dapat melihat contoh nyata bahwa pengobatan dapat berhasil.

Setiap bulan Oktober, kita memperingati Bulan Kesadaran Kanker Payudara. Tahun ini, tema yang diusung adalah 'Every Story is Unique, Every Journey Matters'.

Tema ini mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan melawan kanker payudara adalah unik dan penting. Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, namun dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, harapan untuk sembuh semakin besar.