Pasien Kanker Payudara Stadium 4 Hanya 20 Persen yang Bisa Bertahan 5 Tahun

Kanker payudara menjadi penyebab kematian utama di Indonesia dengan harapan hidup pasien stadium 4 hanya 20 persen.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyebab kematian utama bagi perempuan di Indonesia. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, DR. dr. Andhika Rahman, SpPD-KHOM, kanker payudara menempati urutan teratas dari berbagai jenis kanker yang diteliti dan diobati. Sayangnya, banyak pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut, yang membuat pengobatan menjadi lebih sulit.

Dalam diskusi bertajuk 'Pendekatan Multidisiplin dalam Perawatan Kanker Payudara di Stadium Lanjut' pada Selasa, 28 Oktober 2025, Andhika mengungkapkan bahwa hanya 20 persen pasien kanker payudara stadium 4 yang dapat bertahan hidup selama lima tahun. 

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan edukasi mengenai gejala awal kanker payudara. "Sebagian besar kasus terjadi karena pasien datang dalam kondisi stadium lanjut," jelas Andhika. 

Minimnya edukasi mengenai tanda-tanda awal kanker, seperti benjolan kecil di area payudara, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan deteksi. Selain itu, akses terhadap terapi dan pemeriksaan juga menjadi tantangan besar bagi masyarakat.

Tantangan dalam Penanganan Kanker Payudara

Tingginya angka kasus kanker payudara di Indonesia tidak lepas dari berbagai hambatan yang dihadapi oleh masyarakat dan tenaga medis. Andhika menegaskan bahwa masalah utama masih pada keterlambatan deteksi. 

"Banyak pasien datang dalam kondisi sudah berat karena tidak mengenali gejala awal," katanya.

Faktor edukasi yang minim membuat masyarakat sering mengabaikan tanda-tanda awal. Selain itu, beberapa asuransi swasta baru menanggung biaya pasien setelah kanker terdeteksi, sehingga proses pencegahan dan diagnosis dini kerap terabaikan.

Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium Lanjut

Andhika memaparkan ciri dari stadium lanjut kanker payudara yang harus diwaspadai. Pada stadium tiga, kanker akan menyebar ke kelenjar getah bening dan menyebabkan benjolan yang membesar. 

Sementara itu, pada stadium empat, sel kanker akan mulai menyebar ke organ-organ lain seperti paru-paru, tulang, dan hati. "Masalahnya adalah pengobatan akan lebih lama dan harapan hidup akan lebih pendek," ujarnya.

Penanganan kanker payudara tidak berfokus pada menyembuhkan, melainkan pada mengontrol kanker guna meningkatkan kualitas harapan hidup pasien. "Hindari kata sembuh, gitu, teman-teman. Jadi, kalau kami selalu mengedukasi jangan bilang sembuh," kata Andhika.

Dia menjelaskan dua strategi onkologi dalam menangani kanker payudara, Overall Survival (OS) dan Progression Free Survival (PFS). OS adalah penelitian menyeluruh terkait berapa lama pasien hidup, sedangkan PFS melihat pengendalian kanker sehingga sel kanker tidak muncul kembali.

Pendekatan Multidisiplin dalam Penanganan Kanker Payudara

Pasien kanker payudara perlu melakukan terapi kombinasi, mengingat efek samping obat juga dapat menyebabkan nyawa pasien terancam. Penanganan kanker payudara memerlukan peran penting dari tim multidisiplin yang melibatkan dokter onkologi, dokter bedah, radioterapis, radiolog, patolog, psikiater, ahli gizi, perawat, hingga fisioterapis.

Dengan gabungan setiap ahli dalam penanganan kanker payudara, kualitas hidup pasien akan meningkat. Semua keputusan dibuat melalui diskusi bersama dalam sistem yang disebut Tumor Board, yang menghasilkan diagnosis yang lebih akurat dan peningkatan kreativitas personal.