[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga: 5 Aspek Kesehatan Paru dan dr. Benjamin Paulus, Sp.P sebagai Wakil Menteri Kesehatan

Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan lima prioritas kesehatan paru yang diharapkan menjadi fokus dr. Benjamin Paulus, Sp.P, sebagai Wakil Menteri Kesehatan RI untuk meningkatkan derajat kesehatan bangsa.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 17:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), maka saya tentu menyambut baik dan menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya dr. Benjamin Paulus, Spesialis Paru, sebagai Wakil Menteri Kesehatan RI. Kita tentu percaya dan yakin bahwa dr. Benjamin, Sp.P, yang ditunjuk Presiden Prabowo ini akan dapat melakukan tugasnya dengan baik dan sukses.

Sebagai Wakil Menteri, maka tentu dr. Benjamin Paulus Octavianus akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan tentang bidang tugas dan kerjanya.

Tetapi sebagai Dokter Spesialis Paru, tentu kita mengharapkan setidaknya ada lima program kesehatan paru yang dr. Ben dapat tangani, tentu selain berbagai program kesehatan masyarakat lainnya yang menjadi ruang lingkup Kementerian Kesehatan.

Pertama dan utamanya tentu adalah tentang tuberkulosis (TB), setidaknya dengan tiga alasan. Kesatu, kita tahu bahwa Indonesia adalah penyumbang kasus TB kedua terbesar di dunia. Kedua, memang TB merupakan salah satu target Quick Win Presiden Prabowo.

Ketiga, program pengendalian TB secara jelas sudah diketahui --- baik secara internasional (WHO), pengalaman negara lain, maupun juga pengalaman kita selama ini --- sehingga dapat diimplementasikan di lapangan.

 

Selanjutnya

Program kedua adalah pengendalian penyakit infeksi paru. Juga ada tiga hal di sini. Kesatu, memang ISPA dan pneumonia merupakan masalah kesehatan kita sehari-hari. Kedua, penyakit paru merupakan salah satu dari emerging/re-emerging diseases yang harus diantisipasi seksama. Ketiga, jika ada pandemi mendatang, maka salah satu kemungkinan utamanya adalah penyakit paru.

Program paru ketiga yang kita perlukan bersama adalah penanganan penyakit paru tidak menular, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan lain-lain. Hal ini punya tiga dampak: kesakitan, produktivitas kerja, dan bahkan bukan tidak mungkin kematian pula.

 

Berikutnya

Program keempat di bidang kesehatan paru adalah penanggulangan masalah merokok. Kita tahu bahwa asap rokok mengandung ribuan bahan kimia dan berhubungan dengan berbagai penyakit, baik di paru maupun juga alat tubuh lainnya.

Program kesehatan paru kelima adalah berbagai masalah lain, seperti penyakit paru akibat kerja, penyakit paru interstisial, serta interventional pulmonology.

Selamat bertugas, dr. Benjamin Paulus. Semoga akan meningkatkan derajat kesehatan bangsa kita, termasuk kesehatan paru dan pernapasan.

Prof. Tjandra Yoga Aditama

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)