Liputan6.com, Jakarta Penyakit darah rendah, atau hipotensi, adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah angka normal. Dalam buku Tanda Bahaya dari Tubuh (2016) oleh Dwi Sunar Prasetyono, tekanan darah normal umumnya berada di kisaran 120/80 mmHg, sementara tekanan darah rendah didefinisikan sebagai tekanan yang berada di bawah 90/60 mmHg. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, dari orang yang sangat aktif hingga lansia.
Meski terkadang tidak menimbulkan gejala, tekanan darah rendah bisa menjadi masalah serius jika menyebabkan tanda darah rendah yang mengganggu. Kurangnya suplai darah ke otak dan organ vital lainnya dapat memicu pusing, kelelahan, bahkan pingsan. Penting untuk mengenali gejala ini agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Menurut Cleveland Clinic, hipotensi bisa terjadi sebagai kondisi tersendiri atau sebagai gejala dari berbagai kondisi medis. Tubuh biasanya memiliki mekanisme otomatis untuk menjaga tekanan darah, tetapi ketika tidak mampu mengimbanginya, berbagai tanda darah rendah akan muncul.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar tanda darah rendah, Selasa (23/9/2025).
Apa Itu Darah Rendah dan Tanda-tandanya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354673/original/086034400_1758261973-darah_1.jpg)
Darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah ambang normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Dalam buku Tanda Bahaya dari Tubuh (2016) oleh Dwi Sunar Prasetyono, dijelaskan bahwa meskipun beberapa orang mungkin memiliki tekanan darah rendah tanpa gejala, kondisi ini perlu diwaspadai jika menimbulkan keluhan.
Menurut Cleveland Clinic dan NHS, tanda darah rendah yang paling umum meliputi:
- Pusing atau Pening: Ini adalah gejala paling umum, sering terjadi saat mengubah posisi secara tiba-tiba, seperti berdiri setelah duduk atau berbaring terlalu lama.
- Kelelahan atau Kelemahan: Penderita sering merasa cepat lelah dan tidak bertenaga. Hal ini bisa terjadi di pagi hari bahkan setelah tidur yang cukup.
- Penglihatan Kabur atau Kunang-kunang: Kurangnya suplai darah ke mata dapat menyebabkan pandangan menjadi tidak jelas, terutama saat berdiri dari posisi duduk.
- Mual atau Muntah: Rasa mual adalah salah satu gejala yang sering menyertai kondisi hipotensi.
- Pingsan (Sinkop): Pada kasus yang parah, penurunan tekanan darah dapat menyebabkan pingsan karena otak tidak menerima cukup aliran darah.
- Kulit Pucat dan Dingin: Kurangnya suplai darah ke seluruh jaringan tubuh dapat membuat kulit terlihat pucat, dingin, atau bahkan lembap.
- Denyut Nadi Lemah: Pada pemeriksaan medis, denyut nadi penderita darah rendah sering teraba lemah atau terlalu cepat.
Advertisement
Penyebab Sering Pusing dan Cepat Lelah Akibat Darah Rendah
Sering merasa pusing dan cepat lelah adalah dua tanda darah rendah yang paling sering dikeluhkan. Menurut buku Tanda Bahaya dari Tubuh (2016), kelelahan terjadi karena suplai darah yang tidak maksimal ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Ketika otak tidak menerima cukup darah, sel-selnya kekurangan oksigen dan nutrisi, yang memengaruhi kemampuannya untuk berfungsi secara efektif.
Menurut Cleveland Clinic, penyebab hipotensi bisa beragam, seperti:
- Dehidrasi: Kurangnya cairan dalam tubuh dapat mengurangi volume darah, sehingga tekanan darah turun.
- Kurang Istirahat: Aktivitas berlebihan tanpa istirahat yang cukup dapat memicu penurunan tekanan darah yang signifikan.
- Perdarahan: Kehilangan darah akibat cedera atau menstruasi yang berlebihan dapat menyebabkan volume darah rendah dan hipotensi.
- Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis, seperti masalah jantung, endokrin (gangguan tiroid), atau infeksi parah (sepsis), dapat memicu penurunan tekanan darah.
- Obat-obatan: Hipotensi bisa menjadi efek samping dari beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah tinggi atau antidepresan.
- Kehamilan: Hipotensi ortostatik umum terjadi pada trimester pertama dan kedua kehamilan.
Jenis-jenis Tekanan Darah Rendah
Menurut Cleveland Clinic, hipotensi tidak hanya satu jenis. Ada beberapa tipe yang dibedakan berdasarkan pemicunya:
- Hipotensi Absolut: Tekanan darah istirahat selalu di bawah 90/60 mmHg.
- Hipotensi Ortostatik (Postural): Terjadi saat tekanan darah turun drastis ketika seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini umum terjadi pada lansia.
- Hipotensi Pasca Makan: Penurunan tekanan darah terjadi 1-2 jam setelah makan. Jenis ini lebih sering memengaruhi lansia, terutama mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi.
- Hipotensi yang Dimediasi Saraf: Penurunan tekanan darah setelah berdiri dalam waktu lama, seringkali terjadi pada dewasa muda dan anak-anak.
Cara Mencegah dan Mengatasi Gejala Darah Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3201822/original/069291100_1596781253-9854.jpg)
Mengatasi tanda darah rendah bisa dimulai dengan beberapa perubahan gaya hidup sederhana. Dalam buku Tanda Bahaya dari Tubuh (2016), Dwi Sunar Prasetyono menyarankan beberapa tindakan yang bisa dilakukan:
- Istirahat Cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup untuk mengembalikan energi tubuh.
- Perbanyak Minum Air: Menjaga hidrasi tubuh sangat penting untuk meningkatkan volume darah.
- Konsumsi Makanan Peningkat Tekanan Darah: Makanan yang mengandung garam dan vitamin dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Hindari makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi dalam porsi besar.
- Ubah Posisi dengan Perlahan: Saat bangun dari tempat tidur atau dari posisi duduk, lakukan gerakan secara perlahan untuk memberi waktu bagi tubuh beradaptasi.
- Olahraga Ringan: Latihan ringan, seperti berjalan kaki, dapat membantu melancarkan peredaran darah.
Jika gejala terus berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Waspada Komplikasi Darah Rendah
Meskipun sering dianggap sepele, darah rendah yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius. Menurut Cleveland Clinic, tanda darah rendah yang parah bisa mengarah pada beberapa kondisi berbahaya:
- Syok: Penurunan tekanan darah ekstrem dapat menyebabkan syok, di mana organ-organ tubuh mulai berhenti berfungsi karena kurangnya aliran darah dan oksigen.
- Cedera Akibat Jatuh: Pusing dan pingsan yang berulang dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera, seperti patah tulang atau gegar otak. Dalam buku Terapi Bekam Terbukti Mampu Mengatasi Hipertensi oleh  A. Righo dan M. R. Ronas 2014 ,tekanan darah rendah (Hipotensi) adalah istilah yang digunakan untuk menerangkan tekanan darah yang begitu rendah sehingga orang tersebut mengalami pusing dan pingsan karena aliran darah ke otak berkurangÂ
- Masalah Jantung: Jantung akan bekerja lebih keras untuk mengompensasi tekanan darah yang rendah. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan jantung permanen dan bahkan gagal jantung.
Â
Â
Â
Advertisement
FAQ Seputar Tanda Tekanan Darah Rendah
Apa hubungan antara anemia dan darah rendah?
Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah, sementara darah rendah adalah tekanan darah di bawah normal. Keduanya adalah kondisi yang berbeda, tetapi sering dikaitkan karena beberapa gejalanya mirip, seperti kelelahan dan pusing. Anemia dapat menyebabkan sirkulasi oksigen yang buruk, sedangkan darah rendah adalah masalah sirkulasi darah.
Apakah minum kopi bisa mengatasi darah rendah?
Ya, minum kopi bisa membantu meningkatkan tekanan darah untuk sementara. Kafein yang terkandung dalam kopi dapat merangsang sistem saraf, yang menyebabkan detak jantung sedikit lebih cepat dan menyempitkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah naik. Namun, efek ini hanya bersifat sementara dan bukan solusi jangka panjang.
Apakah sering menguap adalah tanda darah rendah?
Ya, sering menguap bisa menjadi salah satu tanda darah rendah. Menguap terjadi sebagai respons tubuh saat kadar oksigen di otak menurun. Ketika tekanan darah rendah, aliran darah ke otak juga berkurang, sehingga memicu tubuh untuk menguap sebagai upaya untuk memasok lebih banyak oksigen ke otak.
Kapan harus ke dokter jika mengalami darah rendah?
Jika Anda mengalami tanda darah rendah yang mengganggu, seperti pusing yang sering, pingsan, kelelahan ekstrem, atau jika gejala tersebut muncul tiba-tiba, segera konsultasikan dengan dokter. Penting untuk mencari tahu penyebab mendasarnya karena hipotensi bisa menjadi gejala dari kondisi medis serius yang memerlukan penanganan khusus.
Apakah darah rendah bisa disembuhkan?
Darah rendah bisa disembuhkan jika penyebab dasarnya dapat diatasi. Misalnya, jika disebabkan oleh dehidrasi, minum air yang cukup dapat mengembalikannya normal. Namun, jika disebabkan oleh kondisi medis kronis, pengobatan akan berfokus pada penanganan kondisi tersebut untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4834926/original/049922000_1715936937-A122C1F4-B157-48BA-9378-2224368E423E.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)