Liputan6.com, Jakarta - Glomerulonephritis adalah kondisi bocornya ginjal yang dapat memicu gagal ginjal pada segala tingkat usia termasuk anak-anak.
Glomerulonephritis menempati peringkat ketiga sebagai penyebab gagal ginjal terbanyak di Indonesia.
“Penyebab gagal ginjal, yang kita ingat cuman tiga ini yang paling utama. Diabetes nomor satu penyebab gagal ginjal di Indonesia dan seluruh dunia (40 persen). Nomor dua hipertensi sekitar 25 persen, terus (ketiga) glomerulonephritis yang kita sebut ginjal bocor (15 persen),” dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi RS Grha Kedoya, Salim Lim, dalam seminar terkait ginjal, darah tinggi, dan obat tradisional di RS Grha Kedoya, Jakarta Barat, Minggu (14/9/2025).
Advertisement
Sementara, penyebab gagal ginjal lainnya (20 persen) yakni batu ginjal, polikistik ginjal, obat-obatan, kanker, dan infeksi.
Menurutnya, ginjal bocor alias glomerulonephritis tidak mengenal umur untuk memicu gagal ginjal, anak-anak pun bisa mengalaminya.
“Banyak pasien anak-anak juga gagal ginjal, anak-anak kecil juga udah cuci darah,” ujarnya.
Sedangkan, penyakit hipertensi dan diabetes umumnya memicu gagal ginjal pada usia setelah 40 tahun.
“Kalau diabetes dan hipertensi itu, gagal ginjal biasanya terjadi setelah umur 40 tahun ke atas karena itu lama (perkembangan penyakitnya) lima tahun, 10 tahun, 20 tahun baru ada gagal ginjal,” kata Salim.
Begitu pula dengan batu ginjal, polikistik ginjal, obat-obatan, kanker, dan infeksi yang dapat memicu gagal ginjal di usia 40 tahun ke atas.
Glomerulonephritis Picu 15-20 Persen Gagal Ginjal di Dunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5348670/original/014400000_1757846984-WhatsApp_Image_2025-09-14_at_17.47.12.jpeg)
Lebih lanjut, Salim menyampaikan bahwa glomerulonephritis adalah penyebab 15 hingga 20 persen gagal ginjal di seluruh dunia.
“Ini mau saya tekankan, glomerulonephritis penyebab 15-20 persen gagal ginjal di seluruh dunia, tidak pandang umur.”
Penyakit ini ditandai dengan proteinuria alias adanya protein di air seni.
“Artinya ada protein atau albumin di air seni. Gejalanya, kalau Anda cek urine, di urinenya ada albumin atau protein +++, ini artinya apa? Ginjal Anda sudah ada masalah.”
Dapat pula ditandai dengan kaki bengkak dan urine berbusa.
Advertisement
Lebih Jauh Soal Glomerulonephritis
Mengutip MayoClinic, Glomerulonephritis adalah peradangan pada penyaring kecil di ginjal (glomeruli).
Glomerulonephritis dapat muncul secara tiba-tiba (akut) atau secara bertahap (kronis). Kondisi ini terjadi sendiri atau sebagai bagian dari penyakit lain, seperti lupus atau diabetes. Peradangan yang parah atau berkepanjangan dapat merusak ginjal.
Tanda dan gejala glomerulonephritis dapat bervariasi tergantung pada tipe akut atau kronis serta penyebabnya.
Pasien mungkin tidak merasakan gejala penyakit kronis. Indikasi pertama bahwa ada sesuatu yang salah mungkin berasal dari hasil tes urine rutin (urinalisis). Sementara, tanda dan gejala glomerulonephritis dapat mencakup:
- Urine berwarna merah muda atau warna cola akibat sel darah merah dalam urine (hematuria)
- Urine berbusa atau berbuih karena kelebihan protein dalam urine (proteinuria)
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Retensi cairan (edema) dengan pembengkakan yang terlihat di wajah, tangan, kaki, dan perut
- Frekuensi buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya.
- Mual dan muntah
- Kram otot
- Kelelahan.
Langkah Pencegahan Glomerulonephritis
Glomerulonephritis dapat terjadi akibat infeksi, penyakit autoimun, dan vasculitis (peradangan pembuluh darah).
Beberapa bentuk glomerulonephritis kemungkinan tak dapat dicegah, tapi ada beberapa langkah yang dapat bermanfaat. Salah satunya menghindari seks bebas atau hubungan badan yang tak aman.
Pasalnya, penyakit seperti HIV dan hepatitis bisa meningkatkan risiko glomerulonephritis. Maka dari itu, ikuti pedoman seks aman dan hindari penggunaan obat intravena.
Kemudian, kendalikan tekanan darah tinggi, yang mengurangi kemungkinan kerusakan pada ginjal akibat hipertensi. Kendalikan pula kadar gula darah untuk membantu mencegah nefropati diabetic atau penurunan fungsi ginjal akibat diabetes.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5348669/original/005877200_1757846984-c37326c2-35f0-4a6c-ba78-726fa3123815.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303308/original/072080500_1754061236-pexels-karolina-grabowska-4506075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8154678/original/008938600_1781008551-ginjal__5_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7276654/original/013763400_1780061752-IMG-20260529-WA0060_1__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569634/original/060988500_1777448843-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_09.36.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420909/original/057172200_1763824661-ginjal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559990/original/038897500_1776655094-cuci_darah__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559988/original/022076400_1776655094-cuci_darah__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551805/original/088675400_1775748478-ginjal__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559989/original/030570600_1776655094-cuci_darah__4_.jpeg)