Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti kejadian luar biasa (KLB) campak yang saat ini meluas di Indonesia. Hingga Agustus 2025, KLB campak tercatat terjadi di 46 wilayah dari 14 provinsi, termasuk Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Kondisi ini dinilai sebagai alarm serius turunnya cakupan imunisasi anak. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa campak bukan sekadar penyakit ringan, melainkan penyakit sangat menular yang bisa menyebar lebih cepat daripada Covid-19.Â
"Campak adalah penyakit yang sangat menular, jauh lebih menular daripada Covid. Kalau kemarin kita saja sudah takut dengan Covid, campak ini empat sampai lima kali lipat lebih menular," kata dokter Piprim.
Advertisement
Piprim menjelaskan bahwa tingkat cakupan imunisasi yang tidak optimal menjadi pemicu utama terjadinya KLB campak. Bahkan, kata Piprim, cakupan imunisasi campak dan rubela (MR) tidak perlu turun hingga nol persen untuk memicu wabah.
Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan
"Untuk timbulnya KLB, nggak harus turun 0 persen. Turun 60 persen saja sudah bisa menimbulkan KLB di mana-mana karena penyakit ini sangat menular," tambahnya.Â
Oleh sebab itu, dia menekankan pentingnya cakupan imunisasi MR di atas 95 persen agar terbentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Dengan begitu, penularan campak bisa dicegah dan risiko wabah dapat diminimalisasi.
Menurut Piprim, setiap kali terjadi KLB penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin, hal itu menunjukkan adanya penurunan signifikan cakupan imunisasi. Campak bukanlah satu-satunya penyakit lama yang kembali menghantui masyarakat, melainkan juga rabies, hepatitis A, hingga kasus cacingan.Â
"Ini bukan masalah lokal, tapi juga masalah nasional. Setiap ada KLB, itu bukti adanya gap cakupan imunisasi," katanya.Â
Piprim menegaskan bahwa imunisasi adalah kunci utama dalam mencegah penyakit menular berbahaya. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka, meski sempat ada pro-kontra di masyarakat terkait vaksin.Â
"KLB ini sebetulnya bisa diatasi dengan mengedukasi, memotivasi kembali masyarakat yang galau dengan imunisasi. Ayo sama-sama kita ingatkan, kita sadarkan," kata Piprim.
Advertisement
Pemerintah Harus Memastikan Ketersediaan Vaksin
Dia juga berharap pemerintah mengalokasikan sumber daya yang memadai serta memastikan ketersediaan vaksin hingga pelosok daerah. Dengan demikian, semua anak Indonesia, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, bisa mendapatkan perlindungan yang sama.Â
"Kami juga berharap pemerintah mengalokasikan sumber daya yang memadai, memastikan vaksin tersedia hingga ke pelosok," tambahnya.
IDAI juga mengajak media massa untuk berperan aktif menyampaikan edukasi kepada masyarakat.Â
Informasi yang benar, jelas, dan mudah dipahami diharapkan mampu meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.Â
"Edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kembali kepercayaan atau menurunkan kegalauan terhadap imunisasi ini amat sangat penting. Supaya KLB penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi tidak berulang kali terjadi di berbagai daerah," kata Piprim.Â
Dia, menegaskan, IDAI senantiasa siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya memajukan kesehatan anak Indonesia. Dengan imunisasi yang merata dan cakupan tinggi, kasus KLB campak maupun penyakit menular lain dapat dicegah di masa depan.
Pentingnya Kesadaran Bersama
KLB campak yang kini meluas menjadi peringatan bagi semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah. IDAI menekankan, keberhasilan imunisasi tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga medis, melainkan juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.Â
Dengan memahami bahwa campak jauh lebih menular daripada Covid-19, diharapkan orang tua semakin sadar untuk segera melengkapi imunisasi anak-anak mereka. Sebab, hanya dengan cakupan vaksinasi tinggi, Indonesia bisa terhindar dari ancaman penyakit lama yang seharusnya sudah bisa dikendalikan.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029478/original/008188300_1732948324-ciri-ciri-sakit-campak-pada-anak.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8144207/original/009352100_1780996945-55322489703_f4223effd4_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411293/original/086765200_1763010317-pregnant-woman-with-baby-shoes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225987/original/098481400_1599023065-Imunisasi-Campak5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5529198/original/048081600_1773311046-vaksin_campak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299507/original/054605100_1753842252-c86f471a-703b-49ed-bf9f-ea0e7d99f788.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421680/original/029124600_1763956067-Vaksinasi_ibu_hamil.jpg)