Daftar 5 Makanan Tinggi Kolesterol, Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Orang dengan kadar kolestrol tinggi dalam darah biasanya disarankan untuk mengatur pola makan. Berikut makanan tinggi kolesterol yang sebaiknya dihindari.

Diterbitkan 09 Agustus 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tingginya kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat (LDL) dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. 

Dilansir dari Health, kolesterol terbagi menjadi dua jenis utama yaitu, LDL yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan HDL yang justru melindungi kesehatan jantung.

Menurut para ahli, pola makan tinggi lemak jenuh merupakan penyebab kenaikan kadar LDL.  Makanan hewani menjadi sumber utama kolesterol.

Sedangkan makanan nabati seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian sama sekali tidak mengandung kolesterol.

Meski demikian, tidak semua makanan tinggi kolesterol harus dihindari karena sebagian rendah lemak jenuh dan kaya akan nutrisi penting.

Berikut merupakan kelompok makanan yang tinggi akan kolestrol dan sebaiknya dihindari bagi orang memiliki kadar LDL tinggi:

1. Daging Olahan

Daging olahan seperti bacon, sosis, daging asap, deli meat, dan hot dog mengandung kolesterol sekaligus tinggi lemak jenuh. Sebagai contoh, tiga ons sosis bacon dapat mengandung hampir sembilan gram lemak jenuh.

Menurut World Health Organization (WHO), daging olahan digolongkan sebagai karsinogen Kelas 1 yang berarti terbukti dapat menyebabkan kanker jika dikonsumsi berlebihan.

2. Makanan Laut

 

 

Beberapa jenis makanan laut, seperti udang, memiliki kolesterol yang sangat tinggi. Satu cup udang panggang mengandung lebih dari 200 mg kolestrol namun rendah lemak jenuh, hanya sekitar satu gram.

Udang masih bisa dikonsumsi dalam diet sehat karena rendah lemak jenuh apalagi jika dikombinasikan dengan ikan kaya omega-3 seperti salmon atau sarden yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.

3. Mentega

Mentega adalah sumber lemak jenuh yang tinggi dengan sekitar tujuh gram lemak jenuh dan 31 mg kolesterol per sendok makan. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi mentega dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dibandingkan penggunaan minyak zaitun atau minyak kelapa.

Untuk pilihan yang sehat, mentega dapat diganti dengan sumber lemak tak jenuh seperti alpukat atau selai kacang almond.

 

4. Daging Merah

Jenis daging merah yang mencakup sapi, babi, dan domba dikaitkan dengan peningkatan risiko kolesterol LDL tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Kandungan kolesterolnya yang relatif tinggi, misalnya tiga ons iga sapi panggang mengandung 83 mg kolestrol dan sembilan gram lemak jenuh. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging merah dapat berdampak negative pada kesehatan jantung.

5. Hati

Hati merupakan salah satu sumber kolesterol tertinggi karena organ ini memproduksi kolesterol pada hewan. Tiga ons hati ayam mengandung sekitar 500 mg kolesterol, tetapi kurang dari dua gram lemak jenuh.

 

Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan

Respons tubuh terhadap asupan kolesterol dan lemak jenuh berbeda pada setiap orang. Ada yang tidak mengalami perubahan kadar kolesterol meskipun makan daging sapi setiap hari, namun ada pula yang mengalami kenaikan LDL.

Selain itu, faktor genetik juga berperan seseorang terkena kolesterol. Jika memiliki riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga, kombinasi pola makan sehat dan obat-obatan mungkin diperlukan untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.

Anda bisa berkonsultasi dengan tenaga medis seperti dokter spesialis jantung atau penyakit dalam atau gizi klinik untuk menentukan strategi yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing.

Â