Rasa Bangga Iringi Calon Paskibraka Nasional 2025 Saat Coba Pakaian Dinas Upacara

Para Calon Paskibraka Nasional 2025 telah menjajal Pakaian Dinas Upacara yang bakal dikenakan saat bertugas pada HUT RI ke-80 nanti.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 15:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di salah satu ruangan di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, ada wajah-wajah muda dengan pakaian kebanggannya yang disebut Pakaian Dinas Upacara (PDU).

Hari itu, Senin 7 Agustus 2025 beberapa Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025 mulai mencoba pakaian yang akan mereka kenakan saat bertugas di Istana Merdeka Jakarta pada HUT RI ke-80, 17 Agustus 2025.

Suasana khidmat terasa ketika satu per satu Calon Paskibraka Nasional mulai mencoba pakaian nuansa putih yang khas itu.

"Sangat bahagia sekali dan bangga memakai baju Paskibraka tingkat pusat ini" ujar salah satu Calon Paskibraka Nasional 2025 Rahmat Hidayat asal Gorontalo dengan senyum yang mengembang menjawab pertanyaan Liputan6.com.

Beberapa petugas juga teliti memeriksa detail pakaian, mulai dari panjang lengan, kerah, kelengkapan atribut yang tertempel, hingga sepatu hitamnya yang khas.

Di sudut lain, terlihat beberapa Calon Paskibraka Nasional mulai mencoba beberapa gerakan lapangan seperti langkah tegak dengan seragam putih itu.

"Bagi saya (PDU) ini sangat memberikan makna yang mendalam, perjuangan para pahlawan dahulu untuk mengibarkan Sang Merah Putih" lanjut Rahmat dengan mantap.

Pakai PDU, Impian Sejak Lama

Tak sedikit dari mereka yang mengaku sudah memupuk mimpi ini sejak duduk di bangku sekolah. Bukan sekedar pakaian, bagi mereka, PDU ini sebagai simbol dari doa dan perjuangan bertahun-tahun.

"Saya sangat senang, karena ini adalah baju yang saya bangga-banggakan, yang saya impikan sejak dari awal saya mengikuti ekskul Paskibra di sekolah. Saya bermimpi bisa sampai disini, rezeki saya bisa sampai sini," kata Calon Paskibraka Nasional Nabil El Zahr asal Kalimantan Utara.

Tak hanya Calon Paskibraka Nasional 2025 yang menunjukkan sikap nasionalisme lewat sikap dan kedisiplinan. Para penjahit seragam pun menunjukkan semangat yang sama lewat pakaian yang dibuat sebagai bentuk kontribusi nyata.

"Bukan hanya sekadar menjahit sebuah baju, tetapi para tim penjahit ini dengan semangat 45 dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan ini, dengan jasa menjahitnya itu, mereka ingin juga berkontribusi dalam hari ulang tahun kemerdekaan ini," tutur Direktur Penyelenggara Program Paskibraka BPIP, Fuad Lutfi. (Virghita Pragiwaka Gutama)