Dibalik Segarnya Air Kelapa, Apa Benar Bisa Turunkan Hipertensi?

Minum air kelapa secara rutin disebut-sebut bisa menurunkan tekanan darah. Apa benar ini minuman yang direkomendasikan untuk pasien hipertensi?

Diperbarui 22 Juli 2025, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Disebut-sebut air kelapa memiliki manfaat bagi pasien hipertensi. Apa benar rutin minum air kelapa membantu mengatasi hipertensi?

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani mengatakan bahwa memang ada manfaatnya bagi tekanan darah. Hal ini karena air kelapa mengandung kalium. Kehadiran kalium menyeimbangkan efek natrium, lalu kalium juga berperan dalam merelaksasi pembuluh darah, dan mengatur detak serta pompa jantung.

Ada juga studi yang menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,24 persen pada orang dewasa dan lansia setelah mengonsumsi air kelapa selama lima hari. Meski begitu efeknya secara klinis belum signifikan. 

Maka dari itu, ia mengatakan boleh-boleh saja mengonsumsi air kelapa. Namun, tidak hanya dengan minum air kelapa tekanan darah bisa turun. 

“Untuk tujuan menurunkan tekanan darah, konsumsi air kelapa tetap harus disertai dengan gaya hidup sehat seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang sesuai Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet dan rutin berolahraga,” paparnya.

Pasien Hipertensi Mesti Konsultasi ke Dokter

Karina juga menekankan pentingnya bagi penderita hipertensi untuk rutin berkonsultasi dengan dokter. Hal ini karena tekanan darah tinggi tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga tanpa pemantauan dan penanganan medis yang tepat, kondisi ini bisa diam-diam merusak organ vital seperti jantung, ginjal, dan otak.

Lewat konsultasi, dokter dapat menyesuaikan pengobatan, memantau efektivitas terapi, serta memberikan saran pola hidup yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. Dengan begitu, risiko komplikasi serius akibat hipertensi bisa ditekan sedini mungkin.

 

Maksimal Minum Air Kelapa Satu Gelas per Hari

Meskipun kaya manfaat, Karina mengingatkan maksimal mengonsumsi air kelapa satu gelas per hari. Dalam satu gelas (250 ml) air kelapa terdapat sekitar 10 gram gula.

Jika dikonsumsi berlebihan, risiko obesitas dan diabetes mellitus dapat meningkat.