Jangan Asal Beli! Ini Tips BPOM Pilih Mainan Kosmetik yang Aman untuk Anak

Meski cuma kosmetik mainan untuk boneka, BPOM mengingatkan risiko bahaya pada anak bila produk tersebut tidak aman.

Diperbarui 22 Juli 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Salah satu mainan yang disukai anak-anak perempuan adalah mendandani boneka kesukaannya dengan kosmetik. Meski cuma kosmetik mainan untuk boneka, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengingatkan risiko bahaya pada anak bila produk tersebut tidak aman.

"Memang mainan kosmetik itu dipakai di boneka, tapi kan bisa juga bersinggungan dengan kulit anak-anak," kata Deputi Bidang pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehetan dan Kosmetik BPOM, Mohammad Kashuri.

"Kan kita tahu, bahwa kulit anak-anak itu sangat sensitif, maka perlu diawasi," pesan Kashuri di Jakarta dipantau secara daring pada Senin, 21 Juli 2025.

Lebih lanjut, Kashuri mengungkapkan dalam pengawasan yang dilakukan BPOM ditemukan mainan kosmetik anak yang mengandung berbahaya diantaranya:

  • Menggunakan pewarna sintetis yang bisa memengaruhi kesehatan
  • Mengandung senyawa kimia golongan azo yang termasuk bahan kimia berbahaya
  • Ada juga yang mengandung formalin

"Ini kalau kena kulit anak-anak kita, terpapar dalam waktu lama akan menimbulkan gangguan kesehatan anak," kata Kashuri.

Guna memastikan mutu dan keamanan mainan kosmetik anak, sebuah produk harus mendapatkan nomor izin edar.

"Kalau tidak aman, maka mainan kosmetik itu tidak diberikan izin edar," tegas Kashuri.

 

Tips Membeli Mainan Kosmetik Anak

1. Pastikan Ada Izin Edar dari BPOM

Sebelum membeli, cek apakah mainan kosmetik anak memiliki nomor notifikasi dari BPOM (berkode NA/NB/NC/ND/NE diikuti 11 digit angka).

"Ini menunjukkan produk sudah dievaluasi keamanannya oleh BPOM," kata Kashuri.

2. Uji Tempel (Patch Test) Sebelum Pemakaian

Kulit anak—terutama bayi—sangat sensitif. Coba dulu sedikit produk di bagian kulit (misalnya di lengan) untuk melihat apakah ada reaksi iritasi seperti ruam atau gatal saran Kashuri. 

3. Pilih Kosmetik yang Sesuai Usia Anak

Baca labelnya. Hindari produk yang tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia tertentu. "Kan kadang ada tulisan tidak boleh untuk anak di bawah tiga atau dua tahun," kata Kashuri.

4. Beli di Toko Resmi atau E-commerce Terpercaya

Pilih penjual resmi atau official store  bila berbelanja online. Bila terjadi masalah, produk lebih mudah diklaim atau dilaporkan. 

5. Gunakan Cek KLIK BPOM

Cek Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak. Produk yang terbuka atau bocor bisa terkontaminasi mikroba.

Cek Label: Baca semua informasi di label, termasuk komposisi, peringatan, dan petunjuk penggunaan.

Cek Izin Edar: Pastikan ada nomor notifikasi BPOM.

Cek Kedaluwarsa: Cek tanggal kedaluwarsa. Jangan gunakan produk yang sudah lewat batas waktu penggunaannya.