Cara Agar Anak Tumbuh Tinggi dan Cerdas Bebas Stunting ala Bintang Korea

Mau anak tumbuh tinggi, cerdas, dan sehat seperti bintang Korea? Rahasianya ada sejak dalam kandungan dan dimulai jauh sebelum kehamilan.

Diterbitkan 07 Juli 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa pun tentu terpukau melihat penampilan bintang Korea Selatan yang berpostur tinggi, bertubuh ideal, berkulit sehat, berambut indah, dan tak sedikit pula yang cerdas. Kabar baiknya, anak-anak kita pun bisa tumbuh seperti mereka. Namun, semua itu tidak terjadi secara instan. 

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Konsultan Fertilitas & Reproduksi, dr. Boy Abidin, Sp.OG (K), kualitas generasi unggul seperti itu harus dibentuk sejak dini, tepatnya sejak dalam kandungan, dengan cara yang tepat dan terencana. 

"Self-care bukan cuma soal merawat diri saat dewasa. Perempuan harus sadar bahwa membentuk anak yang sehat dan cerdas dimulai dari sejak sebelum hamil, dengan cara hidup sehat dan perencanaan matang," kata dr. Boy dalam sebuah kesempatan. 

Sayangnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal ini. Data menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting.

Artinya, mereka tidak tumbuh optimal secara fisik dan mental karena kekurangan gizi kronis sejak usia dini. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak keluarga yang belum memahami cara mencegah stunting sejak dini.

"Masalah stunting ini tidak hanya terjadi di pelosok, bahkan di kota besar seperti Jakarta pun masih banyak ditemukan. Padahal, ada banyak cara sederhana dan terjangkau yang bisa dilakukan untuk mencegahnya," katanya. 

Kuncinya Ada di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Menurut dr. Boy, kunci utama untuk mencegah stunting dan mencetak generasi unggul adalah dengan memperhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa sejak pembuahan, kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. 

Selama 1.000 HPK, perkembangan otak, tulang, organ tubuh, dan sistem kekebalan anak berlangsung sangat pesat. Kekurangan nutrisi atau paparan lingkungan tidak sehat dalam masa ini bisa berdampak jangka panjang.

"Setiap hari ada ribuan sel yang tumbuh dan berkembang. Untuk mendukung itu, diperlukan asupan nutrisi dan stimulasi yang tepat," kata dr. Boy. 

Jika kebutuhan nutrisi tak terpenuhi, maka anak berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, kecerdasan, bahkan terkena penyakit tidak menular di usia dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan stroke.

Cara Membentuk Anak Sehat ala Korea

dr. Boy mengingatkan bahwa anak dengan kulit bersih, gigi bagus, tinggi badan ideal, hingga kecerdasan optimal bukan sekadar faktor keturunan. Semua itu bisa dibentuk melalui pola asuh dan gaya hidup sehat sejak dini.

"Anak yang rambutnya sehat, kulitnya bagus, dan tubuhnya tinggi itu bisa kita bentuk. Tapi bukan dalam waktu singkat. Butuh waktu, konsistensi, dan dimulai sejak dalam rahim," katanya. Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan orang tua untuk membentuk anak sehat dan bebas stunting antara lain: 

1. Perencanaan kehamilan 

Perempuan sebaiknya mulai memperhatikan gizi, pola tidur, dan kebiasaan sehat sejak sebelum hamil. Termasuk suami juga harus terlibat dalam proses ini.

2. Asupan gizi lengkap saat hamil 

Ibu hamil perlu konsumsi makanan kaya protein, zat besi, asam folat, omega-3, serta vitamin dan mineral lain yang menunjang perkembangan otak dan tubuh janin.

3. Pemantauan tumbuh kembang bayi secara rutin 

Pemeriksaan berkala di posyandu, bidan, atau dokter anak sangat penting untuk memastikan berat badan, tinggi badan, dan perkembangan sesuai usia.

4. Stimulasi kecerdasan anak sejak dini 

Selain gizi, anak juga perlu stimulasi berupa komunikasi, pelukan, lagu, bacaan, dan aktivitas yang mendorong perkembangan kognitif serta emosi.

5. Lingkungan sehat dan bersih 

Anak-anak yang hidup di lingkungan bersih dan tidak penuh polusi memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh optimal.

Pentingnya Edukasi Dini

dr. Boy menekankan bahwa upaya mencetak generasi unggul seperti di Korea Selatan bukan soal biaya mahal atau gaya hidup elit, tapi soal edukasi dan kesadaran sejak dini. 

"Kita bisa seperti Korea, tapi butuh waktu 10 sampai 20 tahun dan dimulai dari sekarang. Jika semua orang tua sadar pentingnya 1.000 HPK, kita bisa hasilkan generasi Indonesia yang jauh lebih sehat dan cerdas," katanya. 

Bagi dr. Boy, self-care bukan hanya rutinitas kecantikan, tetapi bentuk tanggung jawab jangka panjang seorang perempuan untuk generasi masa depan. Maka, perempuan muda, calon ibu, dan juga para ayah harus mulai peduli sejak hari ini.

"Waktu tidak bisa diulang. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan anak-anak kita," pungkasnya.