Pemerintah AS Batalkan Kontrak dengan Moderna dalam Pengembangan Vaksin Flu Burung

AS Batalkan Kontrak Pendanaan Pengembangan Vaksin Flu Burung Senilai USD590 Juta dengan Moderna.

Diperbarui 29 Mei 2025, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (Department of Health and Human Services/HSS) membatalkan kontrak dengan perusahaan bioteknologi Moderna dalam pengembangan vaksin flu burung pada Rabu, 29 Mei 2025.

Dalam pernyataannya, pemerintah AS mengatakan bahwa proyek tersebut dinilai tidak memenuhi harapan ilmiah mengenai keamanan vaksin yang menggunakan teknologi mRNA.

"Setelah peninjauan yang ketat, kami menyimpulkan bahwa investasi berkelanjutan dalam vaksin mRNA H5N1 Moderna tidak dapat dibenarkan secara ilmiah atau etis," kata Direktur Komunikasi HHS Andrew Nixon dalam pernyataan Rabu kemarin mengutip CNN.

Menurut HHS, teknologi mRNA dinilai masih kurang teruji dalam pembuatan vaksin.

"Kami tidak akan menghabiskan uang pembayar pajak untuk mengulangi kesalahan pemerintahan sebelumnya yang menyembunyikan masalah keamanan yang sah dari publik," tutur Nixon.

Untuk diketahui teknologi mRNA sudah digunakan dalam vaksin COVID-19 Moderna dan Pfizer/BioNTech yang saat ini sudah berlisensi dan terbukti aman dan efektif.

 

Kata Moderna Terkait Penghentian Kontrak AS

Kontrak AS dengan Moderna senilai USD590 juta atau setara dengan Rp9 triliun diumumkan ke publik sebelum Presiden Donald Trump menjabat sebagai pemimpin Amerika Serikat.

Terkait pembatalan kontrak, Moderna mengatakan soal ketidakpastian pendanaan pengembangan vaksin flu burung itu.

"Penghentian pendanaan dari HHS menambah ketidakpastian," kata CEO Moderna Stephane Bancel dalam sebuah pernyataan.

Hasil Uji Klinis Pengembangan Vaksin Flu Burung

Meski begitu, ia juga melaporkan tentang hasil uji klinis tahap awal yang melibatkan 300 orang orang terkait keamanan dan respons imun tubuh.

"Kami senang dengan respon imun dan profil keamanan yang kuat … dan kami akan mengeksplorasi jalur alternatif ke depan untuk program ini,” kata Bancel.

ben“Data klinis mengenai pandemi influenza ini menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh teknologi mRNA sebagai tindakan penanggulangan terhadap ancaman kesehatan yang muncul.”