Liputan6.com, Jakarta Perdarahan Menstruasi Berat disingkat PMB setidaknya memiliki empat gejala, yakni:
- Mengganti pembalut atau tampon setiap satu hingga dua jam karena penuh.
- Perdarahan lebih dari tujuh hari.
- Keluar gumpalan darah yang besar.
- Rasa sakit pada bagian bawah perut selama menstruasi.
Keempat gejala perdarahan menstruasi berat atau Heavy Menstrual Bleeding ini disampaikan oleh dokter kandungan dan ahli fertilitas endokrinologi reproduksi FKUI RSCM, Achmad Kemal Harzif.
Dia pun menjelaskan definisi PMB, secara klasik, perdarahan menstruasi berat adalah kehilangan darah menstruasi yang melebihi 80 mL per siklus. Sementara, volume kehilangan darah normal setiap siklus menstruasi adalah sekitar 5 hingga 80 mL.
Advertisement
Sedangkan, secara klinis, PMB atau dikenal pula dengan Menoragia didefinisikan sebagai kehilangan darah menstruasi yang berlebihan.
“Yang mengganggu kualitas hidup fisik, emosional, sosial, dan material seorang perempuan. Dapat terjadi sendiri atau dalam kombinasi dengan gejala lainnya,” jelas Kemal dalam temu media bersama Bayer di Jakarta, Senin (26/5/2025).
Kemal menambahkan, 1 dari 4 perempuan usia reproduktif mungkin mengalami PMB. Namun, sebagian perempuan (47 persen) percaya bahwa PMB adalah bagian normal dari menstruasi. Sebagian perempuan ( 39 persen) juga tidak menyadari bahwa ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk PMB.
Ganggu Kualitas Hidup Perempuan
Perdarahan menstruasi berat dapat mengganggu kualitas hidup perempuan. Akibat kondisi ini, perempuan merasa terganggu, khawatir, bahkan malu.
Kemal merinci dampak PMB pada kualitas hidup perempuan sebagai berikut:
- Sebanyak 80 persen perempuan khawatir tentang terjadinya hal yang tidak diinginkan akibat perdarahan.
- Sebanyak 70 persen perempuan menghindari aktivitas sosial.
- Sebanyak 64 persen perempuan mengalami kelelahan.
- Sebanyak 42 persen perempuan merasa sesak napas atau pingsan selama menstruasi.
- Sebanyak 40 persen perempuan mengalami situasi memalukan terkait perdarahan (darah haid tembus).
- Rata-rata perempuan menahan gejala PMB selama 2,9 tahun sebelum mencari bantuan medis.
Advertisement
Bisa Jadi Tanda Kondisi Medis Serius
Perdarahan menstruasi berat tidak boleh dibiarkan, sambung Kemal, karena dapat memicu masalah kesehatan serius baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Sayangnya, banyak perempuan cenderung mengabaikan gejala ini karena dianggap wajar atau tabu untuk dibicarakan.
"PMB bukan hanya masalah ketidaknyamanan atau mengganggu aktivitas, tetapi bisa menjadi tanda adanya kondisi medis serius seperti miom, polip rahim, gangguan hormon, endometriosis, atau bahkan kelainan pembekuan darah," papar Kemal.
Kemal menjelaskan, penyebab terjadinya PMB disebut sebagai PALM-COEIN yakni:
- Polyps (Polip);
- Adenomyosis (Adenomiosis);
- Leiomyoma (Leiomioma);
- Malignancy and hyperplasia (Keganasan dan hyperplasia);
- Coagulopathy (Koagulopati);
- Ovulatory dysfunction (Disfungsi ovulasi);
- Endometrial dysfunction (Disfungsi endometrium);
- Iatrogenic (Iatrogenik); dan
- Not yet classified (Penyebab lain yang belum terklasifikasi).
“Sebanyak 40-60 persen perempuan tidak memiliki penyebab struktural mendasar yang membuatnya mengalami PMB,” ujar Kemal.
Bagaimana Terapi untuk Menangani PMB?
Saat ini, ada beberapa jenis terapi bagi pasien dengan keluhan PMB. Dokter akan melakukan identifikasi penyebab PMB lewat diagnosis, dan pasien akan diberikan pilihan terapi.
“Terkait terapi, tergantung situasi yang dijalani pasien. Jika pasien sedang mencoba untuk hamil, maka yang perlu dilakukan adalah manajemen medis seperti penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) dan asam traneksamat.”
“Namun jika pasien tidak sedang mencoba hamil, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan salah satunya dengan Levonorgestrel releasing intrauterine system (LNG-IUS) yang merupakan alternatif terapi yang reversible dan efektif untuk pengobatan medis dalam penanganan PMB,” jelasnya.
LNG-IUS merupakan perangkat kecil berbentuk huruf “T” yang dimasukkan ke dalam rahim, yang merupakan alat kontrasepsi.
Namun, cara kerja alat ini mampu menjadi pilihan terapi untuk mengatasi PMB. Perangkat ini melepaskan hormon Levonorgestrel secara lokal dan perlahan hanya di dalam rahim, dan bekerja menipiskan lapisan rahim serta mencegah endometrium menjadi terlalu tebal. Sehingga, mengurangi jumlah perdarahan selama menstruasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314377/original/075428100_1675620387-230205_JOURNAL_Gangguan_Mental_yang_Paling_Banyak_Diderita_Remaja_Indonesia_pada_2022_S3.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5232736/original/005509500_1748246106-79bbf17a-a187-44ce-92c1-6663cfd0ff6f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)