Menkes Punya Wacana Latih Dokter Umum Bisa Bedah Caesar, Dokter Obgin: Perlu Evaluasi Holistik

Wacana pelatihan bedah caesar bagi dokter umum muncul, dr. Ivan Sini soroti pentingnya evaluasi menyeluruh cegah kematian ibu.

Diperbarui 26 Mei 2025, 13:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tingginya angka kematian ibu terutama di daerah terpencil melatarbelakangi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mencetuskan wacana pelatihan bedah caesar bagi dokter umum.

Saat dimintai tanggapan oleh media, Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk yang juga merupakan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Ivan Rizal Sini, menyampaikan bahwa strategi penurunan angka kematian ibu perlu suatu strategi nasional yang dibicarakan secara keseluruhan atau holistik.

“Saya kira pada saat ini kita perlu mengevaluasi angka kematian ibu (AKI) itu secara holistik. Itu memerlukan suatu strategi nasional dan memerlukan suatu pembicaraan. Dan tentu evaluasi ini tidak bisa hanya satu segmen kecil saja,” kata Ivan dalam temu media Health Convention & Expo (HealthConEx) di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).  

“Jadi pada dasarnya sebenarnya kita harus bisa melihat apa yang jadi permasalahan di masyarakat. Karena ada masyarakat di daerah terpencil ada juga permasalahan yang ada di rumah sakit-rumah sakit swasta seperti Bunda.”

Dengan strategi yang baik dan mengenal permasalahan kesehatan ibu-anak di kota maupun daerah terpencil, Ivan berharap peningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan bisa dilakukan dengan baik.

“Tentu dalam hal ini kita melihat ke best practice yang ada dan tentu harapannya kita bisa meningkatkan kompetensi dari semua tenaga kesehatan, tenaga medik, yang memang akan berujung pada perbaikan angka kematian ibu,” ucapnya.

 

 

3 Penyebab Kematian Ibu di Indonesia

Ivan menerangkan, ada tiga penyebab kematian ibu di Indonesia. Pertama hipertensi, kedua perdarahan, dan ketiga karena penyakit lain khususnya jantung dan diabetes.

“Dan itu sebenarnya merupakan suatu asesmen yang bisa dilakukan secara dini pada saat kehamilan. Tentu angka kematian ibu ini merupakan PR (pekerjaan rumah) bagi kita semua, baik swasta maupun pemerintah,” jelas Ivan.

“Selama pasien itu mengikuti kontrol (kehamilan) minimal, idealnya angka kematian itu masih bisa diprediksi.”

Ivan tak memungkiri, kompetensi dokter, perawat, dan bidan adalah hal yang harus terus diperbaiki.

“Kami di BMHS ini ada satu pusat pelatihan yang namanya BDI, BDI itu terafiliasi dengan pelatihan-pelatihan yang akses untuk akreditasi ke Kementerian Kesehatan. Pelatihan termasuk bagi bidan, perawat, dokter salah satunya untuk pemberdayaan tentang bagaimana mengurangi angka kematian ibu,” tutup Ivan.