Liputan6.com, Jakarta Glaukoma adalah suatu kondisi neuropati optik progresif yang disebabkan adanya peningkatan tekanan di dalam bola mata yang dapat merusak saraf optik. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami penurunan penglihatan dimana layar pandang jadi terbatas.
Bila tidak mendapatkan penangan medis, penurunan fungsi penglihatan pada penderita glaukoma bisa berakhir dengan kebutaan permanen alias tidak dapat dikembalikan lagi penglihatan untuk selamanya.
"Hal ini menjadikan glaukoma sebagai penyebab kebutaan tertinggi kedua setelah katarak," kata dokter spesialis mata konsultan oftalmologi, Iwan Soebijantoro dari JEC Eye Hospitals and Clinics.
Advertisement
Lebih lanjut, Iwan menekankan bahwa kebutaan pada glaukoma tidak main-main. Kebutaan akibat glaukoma bersifat irreversible alias tidak dapat diubah atau dikembalikan ke keadaan semula.
Hal ini berbeda dengan katarak. Pada pasien katarak, usai menjalani operasi prosedur bedah untuk mengangkat lensa mata yang keruh akibat katarak dan menggantinya dengan lensa buatan pasien bisa kembali melihat. " Tapi tidak begitu dengan glaukoma," tegas Iwan dalam jumpa media pada Kamis, 13 Maret 2025 di Jakarta Barat.
Glaukoma Tidak Dapat Disembuhkan
Iwan mengatakan glaukoma adalah kondisi ini tidak dapat disembuhkan.
"Glaukoma tidak dapat disembuhkan tapi dapat dicegah atau memperlambat penurunan fungsi penglihatan," kata Iwan dalam rangka Pekan Glaukoma Sedunia 2025.
Â
Glaukoma Berkembang Tanpa Gejala di Tahap Awal
Iwan mengatakan glaukoma sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Maka deteksi dini menjadi sangat penting pada kasus glaukoma.
"Mengingat kebutaan akibat glaukoma tidak bisa dikembalikan, jadi penting untuk deteksi dini. Jangan tunggu diperiksa pas sudah tidak ada penglihatan," kata Iwan.
Deteksi dini glaukoma penting terutama dilakukan pada kelompok berikut:
- Di atas 40 tahun
- Orang yang menggunakan pengobatan steroid, biasanya orang dengan asma, alergi, autoimun menggunakan obat steroid.
- Pernah menjalani operasi bola mata seperti operasi retina
- Orang dengan tekanan bola mata tinggi
- Orang dengan diabetes, migrain dan hipertensi
- Faktor genetik dengan glaukoma
- Orang dengan rabun jauh dan rabun dekat tinggi
Advertisement
Cara Skrining Glaukoma
Layanan skrining glaukoma di JEC Eye Hospitals and Clinics sudah mengadopsi teknologi terbaru. Beberapa diantaranya:
- Optical Coherence Tomography Teknologi: Pencitraan non-invasif yang memungkinkan dokter melihat ketebalan saraf optik untuk mendeteksi tanda-tanda glaukoma
- Perimetri: Pemeriksaan untuk menganalisis kehilangan penglihatan periferal yang merupakan gejala khas glaukoma
- Genioskopi: Pemeriksaan untuk menilai sudut drainase mata dan menentukan jensi glaukoma yang diderita pasien.
Jika memang terdeteksi dini ada glaukoma maka dokter akan melakukan serangkaian upaya untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang masih ada.
"Apa yang dokter lakukan untuk mempertahankan sisa penglihatan," kata Iwan.
Â
Pengobatan Glaukoma
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162414/original/035975100_1741909554-WhatsApp_Image_2025-03-14_at_06.44.15.jpeg)
Pengobatan glaukoma tergantung pada kondisi pasien. Bisa dengan obat, laser, atau operasi.
"Pengobatan tergantung kasus masing-masing pasien. Ada yang hanya menggunakan obat tetes tekanan pada bola mata terkontrol. Ketika di pemeriksaan selanjutnya tekanan baik, berarti pada pasien tersebut obat cukup," terang Iwan.
Sementara, ada orang dengan kondisi glaukoma sudut tertutup yang memerlukan laser. Pada beberapa kasus, sudah dilakukan laser dan pengobatan tapi tidak ada pengaruh maka perlu dilakukan tindakan operasi.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162413/original/017815500_1741909554-WhatsApp_Image_2025-03-14_at_06.44.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)