Sukses

Bio Farma Siapkan Vaksin COVID-19 IndoVac untuk Remaja dan Anak

Liputan6.com, Bandung PT Bio Farma sedang mempersiapkan vaksin COVID-19 IndoVac untuk remaja dan anak-anak. Dalam hal ini, vaksin yang baru hari ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak hanya ditujukan untuk vaksinasi COVID-19 di atas usia 18 tahun.

Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin IndoVac ditujukan untuk vaksinasi COVID-19 primer (dosis 1 dan 2) untuk usia 18 tahun ke atas. Kemudian akan disiapkan uji klinik vaksinasi primer terhadap usia di bawah 18 tahun.

"Jadi, vaksin IndoVac ini bisa digunakan untuk beberapa hal. Untuk vaksin primer ya itu juga bisa dilakukan terutama bagi masyarakat yang belum pernah mendapatkan vaksin COVID-19. Lalu juga bisa nanti diberikan untuk dewasa," kata Honesti di sela-sela 'Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac' di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat pada Kamis, 13 Oktober 2022

"Kami juga menyiapkan uji klinik untuk bisa diberikan kepada remaja dan nanti kepada anak. Tentunya, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tapi memang desain dari fase (vaksinasi primer) ini bisa untuk usia 6 - 11 tahun, 12 - 17 tahun, 18 tahun ke atas."

Ditegaskan kembali oleh Honesti, vaksin COVID-19 IndoVac yang juga dikembangkan bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat (AS), akan menyasar seluruh lapisan usia.

"Desainnya memang sudah kita lakukan uji klinik (untuk kelompok usia). Ada juga yang sudah selesai, ada juga masih berlangsung. Insya Allah, semuanya bisa digunakan untuk semua lapisan usia," imbuhnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kapasitas Produksi sampai 100 Juta Dosis

Untuk tahap awal produksi, Honesti Basyir melanjutkan, diperkirakan 20 juta dosis. Selanjutnya, kapasitas produksi dapat ditingkatkan sampai 100 juta dosis.

"Jadi, untuk tahap pertama ini, kami sudah menyiapkan rencana produksi 20 juta dosis. Kemudian nanti kalau dibutuhkan kita juga pada 2023 dapat menyiapkan 40 juta dosis, seandainya kebutuhannya banyak ya, karena tidak hanya untuk Indonesia, melainkan rencana Indonesia untuk memberikan bantuan ke negara-negara tertentu," lanjutnya.

"Kami juga bisa meningkatkan kapasitas produksi sampai ke 100 juta dosis."

Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan bila dibutuhkan di tahun-tahun ke depan, vaksin IndoVac bisa memproduksi 120 juta dosis. Pengembangan vaksin COVID-19 IndoVac dalam negeri pun dilakukan dari hulu ke hilir.

"Mulai hari ini, kita bisa memproduksi vaksin COVID-19 sendiri dengan kapasitas di tahun ini, nanti kurang lebih 20 juta dosis. Tahun depan bisa 40 juta dan kalau memang pasar masih memerlukan, bisa sampai ke 120 juta dosis vaksin," tutur Jokowi.

"Inilah saya kira sebuah kerja keras sumber daya manusia (SDM) muda kita dalam menggarap sebuah vaksin baru (vaksin IndoVac), dari hulu sampai hilir dan memakan waktu dari awal sampai sekarang, satu setengah tahun. Nah ini juga (kerjanya) diam-diam, enggak pernah bersuara, tahu-tahu jadi IndoVac."

3 dari 4 halaman

Kurangi Produk Vaksin Impor

Vaksin COVID-19 IndoVac merupakan produksi dalam negeri. Capaian pengembangan vaksin ini menjadi lompatan besar bagi Indonesia memproduksi vaksin COVID-19 sendiri, sehingga tak lagi bergantung dengan vaksin luar negeri.

"Pengembangannya (IndoVac) dari hulu ke hilir, lalu produksi di dalam di Bio Farma. Tentunya, ini milestone (pencapaian) bagi kita, bahwa ternyata Indonesia pun sanggup untuk bikin vaksin yang dibutuhkan untuk penanganan pandemi," Honesti Basyir menerangkan.

"Saya berharap ini menjadi suatu spirit (semangat), menjadi suatu milestone bagi Indonesia untuk mengurangi kebergantungan kita terhadap produk impor Indonesia."

Honesti menegaskan, vaksin IndoVac sudah melalui uji klinik yang dijamin keamanannya. Diharapkan pula Bio Farma terus berinovasi dengan produksi vaksin berkualitas, tak hanya vaksin COVID-19 tetapi juga vaksin lain seperti vaksin polio, difteri, meningitis, flu, dan campak.

"Dari sisi kualitas, sisi keamanan, ini (IndoVac) sangat memenuhi persyaratan berdasarkan uji klinik yang kami lakukan. Kami berharap Bio Farma bisa menjadi semangat untuk terus berinovasi memberikan produk-produk yang sangat dibutuhkan untuk penanganan pandemi," ucapnya.

"Dan untuk membentuk ketahanan kesehatan di Indonesia seperti yang diamanahkan oleh Presiden (kemandirian vaksin)."

4 dari 4 halaman

Tingkatkan Titer Antibodi

Pada pernyataan beberapa waktu lalu, Honesti Basyir menuturkan, Bio Farma telah melaksanakan uji klinik Vaksin IndoVac tahap 1, 2, dan 3 sesuai dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seperti efikasi (khasiat), keamanan, dan imunogenitas yang baik.

Keamanan IndoVac dapat terlihat dari hasil uji klinis dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang bersifat ringan. Misalnya, nyeri lokal di sekitar area suntik dengan tidak ada kejadian berintensitas berat.

Selain itu, vaksin IndoVac juga mampu meningkatkan titer antibodi sehingga dapat mengurangi risiko seseorang untuk terinfeksi COVID-19. Izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM pun telah terbit pada 29 September 2022.

“EUA telah dirilis oleh BPOM, selanjutnya kami siap untuk memproduksi IndoVac untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi masyarakat Indonesia," terang Honesti dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

"Kami telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM pada 29 September 2022, Bio Farma sedang mendaftarkan izin Emergency Use Listing/EUL ke WHO agar dapat memenuhi permintaan dari luar negeri. Tentunya, sertifikat halal menjadi nilai tambah, khususnya untuk pasar negara-negara Muslim."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS