Sukses

Apes! Begini Rasanya Kena Cacar Monyet

Liputan6.com, Jakarta - Cacar monyet oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global. Dua orang pasien pun berbagi pengalaman rasanya terkena penyakit yang dikenal juga dengan monkeypox.

Selebritis TikTok, Kyrie Fluffins, menceritakan apa saja gejala cacar monyet yang dia alami. Berawal dari sakit kepala yang parah di pertengahan Juni, satu per satu benjolan di wajah dan dadanya bermunculan.

"Saya memiliki jerawat besar di dahi dan banyak di batang hidung serta pipi saya. Yang saya pikir aneh karena biasanya saya tidak berjerawat seperti ini," katanya dikutip dari situs Channel News Asia pada Rabu, 3 Agustus 2022.

Dilanjutkan wanita yang berbasis di California, awalnya dia curiga memiliki COVID-19 karena beberapa temannya dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona baru-baru ini. Namun, tesnya lagi-lagi negatif.

Anehnya, benjolan terus menyebar ke bagian lain dari tubuhnya termasuk punggung, kaki, dan kulit kepala. Kemudian matanya mulai gatal.

Didorong rasa khawatir yang besar, Kyrie pun pergi untuk menemui dokter. Betapa terkejutnya Kyrie saat dokter mengatakan bahwa dia kemungkinan terkena cacar monyet dan menyuruhnya untuk dites.

"Rasanya seperti mendapatkan berita yang sangat buruk. Ini benar-benar menyedihkan dan menakutkan, terutama karena mereka bilang cacar monyet ini belum ada obatnya," katanya.

Kyrie, melanjutkan, karena cacar monyet atau monkeypox adalah infeksi virus, yang bisa dia lakukan adalah membiarkan imunitas tubuhnya yang mengatasi, melakukan tugasnya, dan melawannya secara alami.

"Sangat menyedihkan ketika mendengar bahwa tidak ada obat yang bisa Anda minum untuk menghilangkannya," katanya.

 

2 dari 4 halaman

Masalah Lain yang Dialami Kyrie Saat Menderita Cacar Monyet

Sambil menunggu hasil tes untuk memastikan dia menderita cacar monyet, Kyrie juga mengalami infeksi sekunder selulitis --- infeksi kulit bakteri umum yang menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri --- di siku kirinya.

Menurut WHO, komplikasi lain termasuk bronkopneumonia, sepsis, pneumonia, ensefalitis, kebingungan, dan infeksi kornea dengan kehilangan penglihatan berikutnya.

Kyrie masih tidak yakin bagaimana dia tertular cacar monyet, meskipun dia menduga dirinya bisa saja tertular saat dipijat di spa atau dengan berbagi makanan dengan teman-temannya.

Dengan infeksinya yang berlangsung selama lebih dari sebulan, Kyrie mengatakan itu telah memengaruhi kesehatannya serta kualitas hidupnya.

Lesi baru masih muncul di tubuhnya dan dia terus bergulat dengan kelelahan dan mata gatal.

 

3 dari 4 halaman

Sehat Secara Fisik pun Bisa Tertular Cacar Monyet

Kyrie yang seorang insinyur perangkat lunak biasa melakukan yoga setiap hari dan secara umum dia sehat. Sejak tertular cacar monyet, dia telah kehilangan banyak berat badan dan turun setidaknya satu ukuran gaun.

"Ketika saya sakit, saya hanya berbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu dan saya harus mengambil banyak waktu untuk tidak bekerja. Dan saya masih belum sepenuhnya pulih," kata Kyrie.

"Ini sangat membingungkan karena pada awalnya (para dokter) memberi tahu saya bahwa lesi akan hilang dalam waktu seminggu dan hanya menunggu lesi mengeras dan rontok, tetapi kemudian muncul lagi," dia menambahkan.

Pada hari ke-31, Kyrie mengatakan bahwa dia masih terinfeksi dan malah mendapatkan lesi baru,"Rasanya tidak pernah berakhir."

 

4 dari 4 halaman

Gejala Cacar Monyet pada Orang Tertentu Tergolong Ringan

Cacar monyet juga diderita Maxim Sapozhnikov, 40 tahun, yang dites positif pada 21 Juni 2022. Namun, infeksinya tampak lebih ringan.

Maxim yang seorang pendiri dan CEO agensi produksi kreatif Fashion To Max berbasis di Milan, mengatakan, dia mengalami gejala termasuk sakit kepala, demam ringan, dan luka. Dia pun mengasingkan diri selama 19 hari.

"Saya memiliki sekitar 10 lesi, dengan yang terbesar di jari (telunjuk) saya. Saya juga memiliki pasangan di dada saya, yang kecil di wajah saya yang hilang dengan cepat, kaki saya dan satu di area intim," katanya.

"Saya mengalami sakit punggung yang berlangsung selama satu hingga dua hari. Tetapi jika Anda bertanya apakah ini yang terburuk (infeksi atau penyakit) yang saya alami sejauh ini, maka saya akan mengatakan, bagi saya, itu baik-baik saja secara umum, itu bukan yang terburuk bagi saya," ujarnya.

Tidak ada lesi baru yang muncul setelah minggu pertama dan Maxim mengatakan dia telah pulih.