Sukses

143 Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di RI, Penularan Terbanyak dari Klaster Keluarga?

Liputan6.com, Jakarta Sesuai data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sudah ada 143 kasus subvarian Omicron Ba.4 dan BA.5 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 21 kasus di antaranya positif BA.4, sedangkan 122 kasus lain positif BA.5

Lantas, apakah sumber penularan Omicron BA.4 dan BA.5 berasal dari klaster keluarga?

Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril mengatakan, penularan dari klaster keluarga maupun jenis klaster lain belum dapat dipastikan. Namun, lebih banyak terjadi penularan lokal.

"Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 seperti yang kita ketahui, ada yang impor (importasi kasus). Jadi, ada dari Warga Negara Asing (WNA) yang sedang ketemuan di Bali," jelas Syahril menjawab pertanyaan Health Liputan6.com saat memberikan Update Penanganan COVID-19, Hepatitis Akut dan Cacar Monyet di Indonesia yang disiarkan dari Gedung Kementerian Kesehatan RI Jakarta pada Jumat, 24 Juni 2022.

"Dan juga ada di Jakarta sebanyak satu kasus (importasi kasus). Tapi selebihnya adalah dia (penyebaran) sudah lokal di Indonesia."

Kemenkes masih melakukan investigasi lebih rinci mengenai persebaran Omicron BA.4 dan BA.5 supaya memeroleh gambaran kondisi kedua subvarian tersebut. Peningkatan pemeriksaan deteksi varian dengan Whole Genome Sequencing (WGS) juga dilakukan.

"Sekarang, kami dalam masa investigasi atau meningkatkan cakupan pemeriksaan Whole Genome Sequencing dan nanti kita akan lebih tahu seperti negara-negara lain jawabannya, sejauh mana BA.4 dan BA.5 yang sudah mendominasi dari kasus yang ada," terang Syahril.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sebaran 143 Kasus Omicron BA.4 dan BA.5

Dari data sebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Kemenkes per 24 Juni 2022, jumlah pasien terdiri atas 73 laki-laki dan 79 perempuan. Laporan kasus subvarian terbanyak diduduki DKI Jakarta dengan 98 kasus.

"Saya ingin menginformasikan, total kasus BA.4 dan BA.5 yang berjumlah 143 itu terdiri atas laki-laki 73 orang, perempuan 74 orang. Kemudian ada 21 kasus BA.4 dan BA.5-nya ada 122 kasus," Mohammad Syahril menjabarkan.

"Domisili provinsi yang terbanyak ada di Jakarta, sebanyak 98 kasus, lalu di Jawa Barat 29 kasus. Berikutnya Banten 13 kasus, dan ada di Bali 3 kasus. Untuk status vaksinasinya, baru ada yang satu dosis, ada dua dosis, bahkan ada yang sudah sampai tiga dosis dan juga ada yang belum vaksinasi sebanyak 5 orang."

Secara rinci, distribusi 143 kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, antara lain:

Jenis Kelamin

  • Laki-laki 73
  • Perempuan 79

Provinsi Domisili

  1. DKI Jakarta 98 kasus
  2. Jawa Barat 29 kasus
  3. Banten 13 kasus
  4. Bali 3 kasus

Status Vaksinasi COVID-19

  • Vaksin Dosis 1: 3
  • Vaksin Dosis 2: 9
  • Vaksin Dosis 3: 35
  • Vaksin Dosis 4: 1
  • Belum Vaksinasi: 5
  • Tidak ada data: 90
3 dari 4 halaman

Kasus Omicron BA.5

Kasus terbaru varian Omicron BA.5 menerpa dua warga Depok, Jawa Barat. Dinas Kesehatan Kota Depok telah melakukan pelacakan (tracing) kepada siapa saja yang pernah kontak erat dengan dua warga tersebut.

Pemerintah Kota Depok sebelumnya menerima informasi dua warga terkena Omicron BA.5 usai melakukan perjalanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengungkapkan, satu warga Kota Depok terkena BA.5 memang usai melakukan perjalanan. Sementara itu, satu warga lainnya ternyata merupakan pekerja di rumah sakit.

Kedua warga tersebut melakukan tes swab PCR karena mengalami sakit tenggorokan dan demam.

"Satu warga melakukan perjalanan ke Bali dan merasakan demam selama seminggu," ujar Mary, Jumat (24/6/2022).

Mary menjelaskan, hasil tes swab PCR menunjukkan, keduanya positif Omicron BA.5. Kedua warga yang dinyatakan positif menjalani isolasi di rumah sakit Jakarta selama masa penyembuhan.

“Kami telah berusaha melakukan tracing terhadap kontak erat dari kedua warga tersebut,” jelasnya.

4 dari 4 halaman

Terpapar BA.5 Saat Melakukan Perjalanan

Hasil dari tracing terhadap kontak erat yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Depok menunjukkan negatif. Kedua warga yang terkena subvarian Omiccron BA.5 merupakan warga Kota Depok sesuai identitas kependudukan.

“Warga tersebut tinggal di Kecamatan Beji dan Tapos,” terang Mary Liziawati.

Mary mengungkapkan, warga Kota Depok diminta untuk tidak abai mendisiplinkan protokol kesehatan. Selain itu, warga yang belum melengkapi vaksinasi atau vaksin penguat dapat segera melakukan vaksinasi.

“Segera lakukan vaksinasi penguat atau booster untuk mencegah penularan COVID-19,” ungkap Mary.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, Omicron varian BA.5 sudah menular ke dua warga. Hal itu berdasarkan hasil tes sampel yang dikirimkan ke laboratorium Kementerian Kesehatan.

"Iya ada dua orang dan benar ber KTP Kota Depok," ujar Dadang saat dihubungi Liputan6.com, Depok, Rabu (22/6/2022).

Kedua warga yang terpapar BA.5 sudah menjalani isolasi dan telah kembali beraktivitas. Mereka terpapar saat melakukan perjalanan, namun Dadang enggan memberikan penjelasan lebih detail.