Sukses

Sering Tidak Disadari, Kurang Vitamin D Picu Beragam Penyakit

Liputan6.com, Jakarta - Vitamin D diperlukan untuk menjaga tubuh Anda berfungsi dengan baik. Terlebih dalam mencegah terjadinya infeksi, penyakit, dan gangguan terkait kekebalan tubuh.

Secara umum asupan vitamin D yang perlu dipenuhi pada setiap orang berbeda-beda. Dimana jumlah anjuran konsumsi vitamin D sehari-hari untuk usia 0 sampai 70 tahun berkisar 600 IU per hari, serta 800 IU per hari untuk yang usia di atas 70 tahun. Namun sayang, tidak semua orang bisa mencukupi kebutuhan vitamin D tersebut dan berisiko mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin D.

Hal itu disampaikan langsung oleh General Practitioner and PhD Candidate in Medical Science, dr. Adam Prabata pada konferensi pers virtual Combiphar, ditulis Sabtu (15/1/2022).

 

2 dari 4 halaman

Penyebab Kekurangan Vitamin D Terjadi

Pada dasarnya, orang yang tidak memiliki kondisi medis tertentu dan rutin menjalani pola hidup sehat jarang sekali mengalami kekurangan vitamin D.

Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kekurangan vitamin D, di antaranya:

  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, misalnya karena diet yang ekstrem
  • Kurang atau jarang terpapar sinar matahari
  • Warna kulit lebih gelap
  • Penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti hiperparatiroidisme, osteoporosis, kerusakan hati dan ginjal, tuberkulosis, kanker, serta gangguan pencernaan, misalnya akibat penyakit Crohn dan penyakit celiac
  • Obesitas
3 dari 4 halaman

Gejala Kekurangan Vitamin D

Gejala kekurangan vitamin D sering kali tidak terlihat dan bahkan tidak dirasakan oleh penderitanya. Oleh karena itu, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa tubuhnya kekurangan vitamin D.

Terkadang, kekurangan vitamin D juga baru terdeteksi melalui tes darah saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan ke dokter.

Meski tidak memiliki gejala khusus, ada beberapa gejala defisiensi vitamin D yang dapat ditunjukkan oleh tubuh, Jelas dokter Adam. Seperti rendahnya daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terkena infeksi, sering merasa lelah, sakit tulang dan otot, serta penyembuhan luka terganggu atau lama.

"Tak hanya itu, risiko terhadap penyakit lain juga bisa meningkat, seperti gangguan autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular dan kanker, serta komplikasi terkait kehamilan," tambahnya.

 

 

 

 

Reporter: Lianna Leticia

4 dari 4 halaman

Infografis 5 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19 Saat Perayaan dan Libur Imlek