Sukses

Temuan Transmisi Lokal Varian Omicron, Ahli: Tes dan Telusur Harus Dilakukan Maksimal

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama menanggapi temuan kasus transmisi lokal varian Omicron di Indonesia.

Menurutnya, adanya temuan penularan lokal Omicron di Jakarta yang diumumkan pada hari ini, Selasa, 28 Desember 2021, maka kegiatan tes dan telusur harus dilakukan maksimal. 

"Mungkin seperti yang dilakukan pada Juni dan Juli 2021 yang lalu," ujar Tjandra melalui pesan singkat yang diterima Health-Liputan6.com. 

Selain itu, Tjandra menyarankan penggunaan aplikasi PeduliLindungi guna penelusuran kasus (tracing) harus dilakukan seperti di luar negeri. 

Tjandra mengatakan, penyebaran varian Omicron di masyarakat sedapat mungkin harus dibatasi. Mengingat, sebelumnya sudah diberitakan ada 2 petugas di Wisma Atlet yang tertular dari pasien yang kembali dari luar negeri serta ada seorang pasien Omicron yang luput dari karantina. 

"Tentu bisa kita bayangkan bagaimana kemungkinan penularan di masyarakat luas," ujar Tjandra.

Tjandra juga menyoroti kemungkinan pengunjung dari negara terjangkit yang masuk ke Indonesia antara 9-29 November. Pada rentang waktu tersebut, aturan masa karantina hanya tiga hari.

"Kalau mereka waktu itu memang membawa Omicron maka mungkin belum terdeteksi, dan memang mungkin saja menular di kontak sekitarnya," tutur Tjandra. 

"Mudah-mudahan saja semua sudah diperiksa dan memang tidak ada penularan." 

 

 

Simak Video Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Fasilitas Kesehatan Harus Bersiap

Lebih lanjut Tjandra mengatakan, jika nantinya kasus varian Omicron di Indonesia terus bertambah maka kesiapan fasilitas kesehatan harus mulai digiatkan sejak sekarang. Kesiapan tersebut meliputi pelayanan kesehatan primer seperti Puskesmas hingga ke rumah sakit rujukan tertinggi. 

Tenaga kesehatan, ruang rawat, obat, oksigen, alat kesehatan, sistem informasi serta sistem rujuan menjadi bagian dari fasilitas yang harus dipersiapkan sejak dini. 

Sementara bagi masyarakat luas, Tjandra mengimbau agar menerapkan protokol 3M dan 5M secara ketat. 

"Apalagi dalam masa akhir tahun seperti sekarang ini." 

Tjandra pun mengingatkan untuk segera memeriksakan diri jika ada kecurigaan kontak. "Jangan malah takut ketahuan positif," ucapnya. 

Sedangkan bagi individu yang positif, disarankan untuk memberi tahu semua orang yang pernah berkontak dalam beberapa hari terakhir agar mereka dapat memeriksakan diri pula. Dan bagi individu yang belum divaksinasi, Tjandra mengimbau agar segera mendapatkan vaksinasi.