Sukses

Bertengkar Hebat dengan Ibu Hingga Geram, Apa Penyebab dan Solusinya?

Liputan6.com, Jakarta Tak ada satupun keluarga yang sepenuhnya terbebas dari masalah, Anda mungkin pernah mendengar atau membaca untaian kata tersebut. Pertengkaran yang hebat dengan salah satu anggota keluarga yakni ibu mungkin pernah atau bahkan sedang terjadi.

Dalam beberapa kasus, buah dari pertengkaran tersebut pun tak jarang membuat rasa geram hingga benci bermunculan. Kondisi inipun dinilai sulit karena ibu biasanya dicirikan sebagai seseorang yang hangat, perhatian, dan penuh dengan rasa peduli.

Lalu, apa yang menjadi penyebab dibalik hal tersebut? Berikut penjelasannya.

"Orang terkadang bisa merasa benci pada ibunya ketika ia merasa sang ibu gagal memenuhi harapan mereka tentang bagaimana sosok ibu yang seharusnya," ujar Sabrina Romanoff, psikolog klinis dan profesor di Yeshiva University New York dikutip Very Well Mind, Senin (6/12/2021).

Seorang ibu merupakan sosok yang pernah bertanggung jawab secara penuh atas vitalitas dan kebutuhan anak. Itulah mengapa seorang anak dapat memiliki ikatan yang kuat dengan ibunya.

Intensitas itupun seringkali menghambat kemampuan sang anak untuk memandang ibunya sebagai manusia, sosok yang tentunya tak hanya memiliki kelebihan, melainkan juga kekurangan yang menyertai.

Terlebih, beragam pengalaman yang diterima sang anak juga bergantung pada bagaimana sang ibu dibesarkan dan kapasitas sang anak untuk dapat menerima kesalahan dan kekurangannya.

"Ketika seorang anak merasa diabaikan, tidak diperlakukan dengan baik, atau bahkan diperlakukan abusive, ia bisa memendam perasaan tidak suka hingga benci pada ibu mereka," kata Sabrina.

"Hubungan dengan ibu seringkali rumit. Jarang ada sosok ibu yang digambarkan dengan ketidaksempurnaannya," tambahnya.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam London Journal of Primary Care, jika seorang ibu tidak konsisten dalam mengasuh anak, ada kemungkinan bagi sang anak untuk sulit percaya bahwa ibunya merupakan sosok yang dapat diandalkan.

Sebuah studi dalam Child Psychiatry & Human Development juga menunjukkan gaya pengasuhan seperti itu dapat menimbulkan perasaan cemas (anxiety) pada anak.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Solusinya?

Memiliki perasaan negatif pada ibu bisa menjadi suatu hal yang membingungkan dan menguras emosi, apalagi jika sudah dalam bentuk kebencian. Mengingat kebencian sendiri merupakan bentuk kemarahan yang lebih berat.

Menurut Sabrina, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai anak untuk mengatasinya. Hal inipun bisa Anda gunakan untuk mengolah kemarahan tersebut secara produktif. Berikut diantaranya.

1. Menetapkan batasan

Kemarahan biasanya merupakan reaksi yang sehat untuk menunjukkan suatu batas telah dilanggar. Kunci untuk mengatasi kemarahan adalah dengan mengenalinya dan belajar bagaimana cara mengolahnya dengan baik.

Mengidentifikasi kemarahan pun menjadi hal yang tak kalah penting. Seperti kapan kemarahan itu muncul, berhenti sejenak, dan merenungkan sumber dan penyebabnya.

Proses ini tentulah tidak semudah, karena kemarahan sendiri seringkali dapat membuat tindakan impulsif. Biasanya juga akan mengarah ke konsekuensi yang Anda sesalkan, seperti memberikan respons berupa komentar yang menyakitkan misalnya.

"Gunakanlah kemarahan sebagai panduan Anda untuk lebih mempelajari tentang diri Anda, batasan Anda, dan apa yang Anda butuhkan dari orang lain. Sebagai gantinya, ajarilah orang-orang di sekitar Anda tentang bagaimana Anda ingin diperlakukan," kata Sabrina.

2. Self-care

Melewati masa sulit dengan ibu dapat menjadi tantangan yang begitu emosional. Namun, Anda dapat mempraktikan self-care atau serangkaian kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi diri Anda sendiri.

Bentuk self-care pun akan berbeda bagi setiap orang, juga tergantung bagaimana relasi Anda dengan sang ibu. Salah satu contohnya bisa dilakukan dengan meminta ruang kepada ibu Anda untuk tidak terkoneksi selama beberapa waktu kedepan.

3 dari 3 halaman

Infografis