Sukses

Kembangkan Bidang Kesehatan Indonesia, Pemerintah Jalin Kerja Sama dengan 33 Perusahaan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menandatangani Letter of Intent (LOI) sebagai tanda dimulainya kerja sama dengan 33 perusahaan untuk pengembangan bidang kesehatan di Indonesia.

LOI ini merupakan tanda komitmen antara Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan PT Tawada Healthcare, PT Binabakti Niaga Perkasa, dan PT Siemens Healthineers Indonesia.

Mereka telah sepakat kerja sama dalam komitmen investasi. Kesepakatan kerja sama tersebut merupakan bagian dari investasi massal yang berasal dari 33 perusahaan, dengan total investasi lebih dari Rp 1,2 triliun. 

Penandatanganan LOI dilakukan oleh Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto, Direktur Utama PT Tawada Healthcare Satrija Sumarkho, Direktur PT Binabakti Niaga Perkasa Andri Noviar, dan Direktur PT Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer.

Satu Juta Warga Israel Telah Disuntik Booster Vaksin COVID-19

2 dari 3 halaman

Langkah Baik

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan ada 30 perusahaan lain yang bekerja sama dengan Indonesia.

“Perusahaan tersebut mulai dari perusahaan China, perusahaan Amerika, perusahaan Jepang, dan perusahaan Korea, bahkan duta besarnya pun ikut datang,” katanya pada Health Business Gathering yang berlangsung di Bali, Jumat (3/12) mengutip sehatnegeriku.kemkes.go.id, Minggu (5/12/2021).

Langkah kerja sama yang dilakukannya melalui Health Business Gathering mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saya kira apa yang dilakukan oleh Menkes cukup baik. Tadi saya lihat dapat beberapa foreign investor itu mereka mau. Jadi kita sudah targetkan paling tidak 50 persen sampai 60 persen kita harus bisa melakukan transformasi kesehatan,” kata Luhut.

 

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi COVID-19