Sukses

Semeru Erupsi, Ketahui Langkah Mitigasi Bencana Gunung Meletus

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu sore, 4 Desember 2021, sekitar pukul 15.20 WIB. Sebuah video amatir yang menampilkan Gunung Semeru menyemburkan awan panas serta sejumlah warga berlarian menjauhi gunung tersebut beredar di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Rapli Handoko mengonfirmasi kebenaran kondisi yang terekam dalam video tersebut.

"Iya benar, kondisi Gunung Semeru seperti yang ada di dalam video di media sosial," katanya kepada Liputan6.com melalui pesan singkat, Sabtu (4/12/2021), mengutip Kanal Surabaya-Liputan6.com. 

Gatot, menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kejadian tersebut sekitar pukul 14.49 WIB. Akibat peristiwa Gunung Semeru Erupsi, Pos Pantau Gunung Sawur melaporkan adanya informasi getaran banjir pukul 14:47 WIB, mengarah ke Curah Kobokan.

"Pukul 14.54 wib, Pos Pantau Gunung Sawur melaporkan adanya Awan Panas Guguran (APG) yang turun mengarah Curah Kobokan," katanya.

Mengutip laman BNPB, awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar merupakan bahaya dari letusan gunung api. Bahaya tersebut merupakan dampak dari aktivitas vulkanik atau erupsi.

 

2 dari 3 halaman

Langkah Mitigasi Hadapi Gunung Meletus

Menghadapi erupsi atau letusan gunung api, ada langkah-langkah mitigasi yang perlu diketahui dan dilakukan oleh masyarakat di lokasi sekitar gunung terbut. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika menghadapi gunung meletus, dikutip dari situs BPNP.

Selama Letusan Terjadi

1. Tidak berada di lokasi yang direkomendasikan untuk dikosongkan. Tidak berada di lembah atau daerah aliran sungai.

2. Hindari tempat terbuka. Lindungi diri dari abu letusan gunung api.

3. Jangan memakai lensa kontak.

4. Gunakan masker atau kain basah untuk menutup mulut dan hidung.

5. Kenakan pakaian tertutup yang melindungi tubuh seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan topi.

Setelah Letusan Terjadi

1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.

2. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu vulkanik sebab bisa merusak mesin kendaraan, rem, perseneling hingga pengapian.

3. Bersihkan atap dari timbunan debu vulkanik, karena beratnya bisa merobohkan dan merusak atap rumah atau bangunan.

 

3 dari 3 halaman

Arti Level dan Status Gunung Api

Selain mengetahui langkah-langkah tersebut, mengetahui informasi level dan status gunung api akan sangat bermanfaat.

Level I (Normal)

Artinya: tidak ada aktivitas gunung api yang berarti. Kondisi aman.

Level II (Waspada)

Artinya: Perubahan gejala yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal. Larangan beraktivitas.

Level III (Siaga)

Artinya: Menandakan gunung berapi yang sedang berpotensi menimbulkan bencana. Kosongkan daerah.

Level IV (Awas)

Artinya: menandakan gunung api berkecenderungan akan meletus. Sesuai rekomendasi PVMBG, wilayah di Kawasan Rawan Bencana untuk dikosongkan.