Sukses

Burnout Juga Bisa Terjadi Dalam Hubungan Percintaan, Ketahui 5 Tandanya

Liputan6.com, Jakarta Anda mungkin sering mendengar istilah burnout terjadi dalam hal pekerjaan. Namun ternyata burnout juga bisa lho terjadi dalam hubungan percintaan termasuk saat masa pendekatan atau berkencan. Ketika Anda merasa lelah harus terus bertemu dan memulai lembar baru.

"Ini dapat terjadi setiap saat. Saya berbicara dengan seorang wanita yang kemarin pergi berkencan untuk kesekian kalinya karena ia berpikir itu akan meningkatkan peluang, tapi dia duduk di depan saya menangis mengungkapkan bahwa ia terlalu lelah untuk memulai lagi," ujar pakar hubungan Susan Trombetti dikutip Elite Daily, Minggu (17/10/21).

Hal ini menunjukkan bahwa burnout tak hanya bisa terjadi dalam ranah profesional seperti pekerjaan. Burnout sendiri dapat disebabkan oleh apapun yang terlalu membebani Anda secara emosional.

"Efek burnout memang bisa terjadi setelah Anda terus-menerus berusaha untuk memperkenalkan diri dan mencoba menjelajahi kedalaman hubungan dengan seseorang, kemudian memulai lagi dari awal. Pengalaman berkencan akhirnya lebih terasa seperti tugas," ujar women's issues therapist, Amira Johnson.

Kabar baiknya, ada berbagai cara untuk mengidentifikasi apakah Anda hanya bosan untuk berkencan atau justru burnout. Jika Anda mengalami lima tanda ini, maka itulah saatnya untuk berhenti sejenak dari hubungan percintaan. Berikut penjelasannya.

1. Hilang harapan

Ketika Anda sudah mulai merasa kehilangan harapan, cukup sedih, dan kecewa dengan kencan-kencan yang tak kunjung memberikan hasil, sehingga Anda merasa siap untuk sepenuhnya menyerah, maka ini jadi pertanda bahwa Anda harus beristirahat.

"Hilangnya harapan adalah tanda pertama bahwa Anda mengalami burnout dalam berkencan. Ini bisa ditandai dengan munculnya pikiran bahwa Anda mungkin akan melajang selamanya, atau mungkin tidak akan menemukan cinta lagi setelahnya," kata Amira.

Dalam kondisi ini, Anda pun akan merasa bahwa tidak perlu lagi repot-repot untuk mencari pasangan. Jika berkencan terasa seperti ini, maka pertimbangkanlah untuk beristirahat.

2 dari 4 halaman

2. Kesehatan mental terguncang

Bahkan ketika Anda belum sepenuhnya kehilangan harapan, namun merasa sangat pesimis dan tidak bersemangat untuk memulai hubungan yang baru menjadi tanda lainnya Anda harus beristirahat.

"Beristirahatlah dari berkencan saat Anda merasa pahit dan negatif, ketika sulit untuk bersikap positif saat kencan. Begitu juga apabila pengalaman kencan membuat Anda merasa stres yang tak perlu. Itulah saatnya istirahat," ujar Susan.

3. Me time berkurang

Jika Anda terlalu sibuk menjadwalkan kencan berikutnya, sehingga malah mengabaikan waktu untuk diri sendiri, maka itulah saatnya untuk kembali memberikan waktu untuk diri Anda sendiri.

"Orang lajang seharusnya memastikan bahwa mereka menghabiskan waktu untuk mengenali diri mereka sendiri. Pahamilah bahwa Anda sudah menjadi makhluk yang utuh, bukan setengah meski tanpa pasangan. Itu akan membantu Anda untuk mengingat, merawat, dan menjaga diri sendiri," kata Amira.

Tidak ada salahnya lho meluangkan waktu untuk diri sendiri.

3 dari 4 halaman

4. Rasa penolakan tak terkendali

Jika Anda mengalami penolakan dan itu sangat mempengaruhi perasaan, maka itu jadi tanda berikutnya bahwa Anda harus beristirahat dan berfokus pada diri sendiri. Luangkanlah waktu untuk membangun kembali kepercayaan diri Anda.

"Kencan yang sehat dan berkelanjutan seharusnya menjadikan Anda pribadi yang bahagia, meski mengetahui akan ada penolakan didepan. Anda akan berpikir bahwa Anda bisa menanganinya karena Anda pun memiliki harga diri yang cukup," ujar Susan.

5. Tidak bahagia

Salah satu gejala paling jelas saat Anda burnout dari hubungan percintaan ialah Anda tidak dapat menikmati hidup Anda sendiri. Saat burnout, Anda cenderung akan berlari ke arah lagi. Sehingga berkencan jadi hal yang menakutkan dan Anda tunda-tunda.

"Jika Anda mencapai titik mencuci piring lebih menyenangkan daripada berkencan, maka istirahatlah. Berkencan seharusnya menyenangkan dan mengasyikkan," kata Susan.

4 dari 4 halaman

Infografis