Sukses

BPOM Bantah Ivermectin Dapat EUA, Penny: Masih Obat Uji COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menegaskan bahwa Ivermectin belum mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). Sampai saat ini, Ivermectin adalah obat uji untuk pengobatan COVID-19.

"Ada dua yang punya EUA yaitu Remdesivir dan Favipiravir. Kalau Ivermectin adalah obat uji untuk pengobatan COVID-19," kata Penny kepada Health Liputan6.com.

"Ivermectin bisa digunakan untuk pengobatan COVID-19 melalui uji klinik di 8 rumah sakit dan diperluas lagi di rumah sakit lainnya yang sudah mendapat izin dari Kemenkes," kata Penny.

Namun, Penny memberi catatan lagi bahwa perluasan penggunaan obat uji seperti Ivermectin harus dengan resep dokter dan terapi atau dosis dan pemberian sesuai dengan uji klinik.

 

Simak Juga Video Berikut

2 dari 3 halaman

Meluruskan Soal Surat Edaran yang Beredar

Pernyataan ini disampaikan Penny untuk meluruskan kabar yang beredar bahwa Ivermectin mendapat UEA. Kabar ini menyeruak usai beredar Surat Edaran (SE) BPOM tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization) Nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021.

Surat edaran ini ditetapkan Mayagustina Andarini, Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, pada 13 Juli 2021.

Dalam surat edaran ini di poin ketujuh disebutkan ada delapan obat mendukung penanganan terapi COVID-19. Selain Ivermectin ada Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

"SE itu diartikan salah, bukan demikian."

Penny menjelaskan bahwa Surat Edaran ini bertujuan agar produsen dan distributor obat yang digunakan dalam pengobatan COVID-19 selalu melaporkan distribusi kemana saja.

3 dari 3 halaman

Infografis Meroketnya Harga Obat dan Asupan Covid