Sukses

Kemenkes: Vaksin Anak Tunggu Rekomendasi IDAI dan ITAGI

Liputan6.com, Jakarta Adanya kebijakan pemerintah terkait sekolah tatap muka terbatas di tengah Pandemi COVID-19 menjadi perhatian bagi sejumlah orangtua. Banyak yang berharap anak-anak perlu segera mendapat vaksinasi COVID-19 sebelum Juli 2021.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi hingga kini pemerintah masih menunggu rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk mencari vaksin yang aman untuk anak-anak.

"Kita masih tunggu rekomendasi IDAI dan ITAGI untuk melihat vaksin mana yang bisa digunakan anak," katanya dalam acara Webinar Ranger: ”Mengenal Varian Baru Covid 19 dan Efektivitas Vaksin”, Senin (31/5/2021).

Nadia mengatakan, sejauh ini vaksin yang ada di Indonesia rekomendasinya digunakan untuk di atas 16 tahun sehingga pemerintah kemungkinan harus bernegosiasi lagi untuk mendapatkan vaksin yang aman untuk anak. "Sedangkan produsen belum tentu memiliki stok vaksin. Jadi proses itu yang masih ditunggu terkait pemilihan vaksin."

Simak Video Berikut Ini:

2 dari 3 halaman

Guru dan tenaga pendidik dapat prioritas vaksin

Nadia menuturkan, pemerintah telah berupaya untuk memprioritaskan guru dan tenaga pendidik agar mendapatkan vaksin COVID-19 sejak April. "Memang saatnya mengakselerasi guru dan tenaga pendidik harus mendapat vaksin."

Namun jika pembelajaran tatap muka tetap dilakukan pada Juli mendatang, Nadia berharap agar pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Menjadi ranahnya Kemendikbud bagaimana implementasi sekolah tatap muka agar betul-betul dipastikan tidak menjadi sumber penularan baru. Untuk itu, protokol kesehatan harus baik, terutama bagi siswa dan tenaga pendidik apalagi anak di bawah 15 tahun belum dapat vaksin," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca.