Sukses

Sekolah Tatap Muka Segera Dimulai, Kemendikbud: Perubahan Perilaku Dibutuhkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 dapat diturunkan angka penyebarannya jika masyarakat melakukan perubahan perilaku yang baik.

Perubahan perilaku yang dapat dilakukan dalam masa pandemi adalah kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS), menjaga imunitas, dan aspek kesehatan lainnya.

“Namun, semua itu memang harus didorong dari diri sendiri akan arti pentingnya kebutuhan menjaga kesehatan,” ujar Sri dalam seminar daring Katadata, ditulis Kamis (1/4/2021).

Perubahan perilaku kian diperlukan mengingat rencana pembelajaran tatap muka akan segera direalisasikan, kata Sri. Di sisi lain, surat keputusan bersama (SKB) yang telah dirilis 4 menteri mendorong tenaga pendidik yang sudah vaksinasi untuk segera menjalankan pembelajaran tatap muka.

“Banyak faktor yang harus didorong dalam pembelajaran tatap muka agar anak-anak tidak mengalami ketertinggalan dalam pembelajarannya,” kata Sri.

Pembelajaran tatap muka juga bertujuan untuk memberikan ruang pada pelajar untuk meningkatkan kualitas dalam mengembangkan karakter yang dapat terbentuk dari hubungan sosial di sekolah.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kesiapan Satuan Pendidikan

Sri juga menjelaskan tentang kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi proses pembelajaran tatap muka yang menurut SKB 4 menteri akan dimulai pada Juli 2021.

“Kesiapan satuan pendidikan, selain vaksinasi tentunya juga harus ada pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.”

Terkait sarana cuci tangan pakai sabun, selain pemicuan (ajakan) harus dilakukan dalam situasi apapun, sekolah dan rumah juga diyakini dapat menjadi tempat dimulainya perubahan perilaku.

“Harus ada praktik baik, contoh baik dari orangtua, dari bapak ibu guru dalam meningkatkan perubahan perilaku. Karena ini kembali lagi menjadi sebuah karakter yang harus melekat.”

Ketika kegiatan CTPS tidak menjadi karakter, lanjutnya, maka pihak pemicu atau pemberi contoh akan kelelahan karena harus memicu terus-menerus agar anak-anak sadar dengan pentingnya CTPS.

“Kita harapkan satuan pendidikan dapat lebih meningkatkan ketersediaan dan kesiapan satuan pendidikan untuk memenuhi standar periksa antara lain melalui penyiapan sarana cuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari perubahan perilaku,” tutupnya.

3 dari 4 halaman

Infografis 3 Keajaiban Cuci Tangan Saat Pandemi COVID-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini