Sukses

8 Jenis Ruam yang Bisa Menjadi Tanda COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Pada awal pandemi COVID-19 ada tiga tanda utama dari COVID-19 yaitu demam, batuk dan sesak napas. Tetapi, para ahli mulai memahami lebih banyak hal tentang penyakit ini, bahwa banyak hal dapat mengindikasikan seseorang tertular penyakit ini, seperti hilangnya rasa atau penciuman, diare, dan sakit kepala. Ditambah dalam penelitian baru yang mengungkapkan ruam sebagai salah satu gejalanya.

Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencantumkan lebih dari 10 gejala yang mungkin menandakan infeksi COVID-19. Namun, daftarnya tidak lengkap, dan CDC mengatakan akan terus memperbarui daftar tersebut saat mereka mempelajari lebih lanjut tentang penyakit tersebut.

Salah satu tanda potensial COVID-19 yang tidak termasuk dalam daftar adalah ruam kulit. Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Dermatology, terdapat hubungan yang signifikan antara ruam kulit dan hasil tes swab COVID-19 yang positif.

Peneliti membuat keputusan itu dengan melihat informasi dari 336.847 orang di Inggris yang telah mengunggah riwayat kesehatan mereka, termasuk hasil tes dan gejala COVID-19 , ke aplikasi Studi Gejala COVID. Data aplikasi menunjukkan bahwa, di antara mereka yang memiliki hasil tes usap positif, 8,8% juga melaporkan ruam kulit.

Untuk lebih memahami panjang dan waktu gejala kulit ini, para peneliti kemudian melihat hasil survei independen tentang gejala kulit terkait COVID-19 dari 11.544 orang. Hasilnya, 47% responden survei mengalami ruam kulit bersamaan dengan gejalan COVID-19 dan 35% lainnya bergejala selain itu. Tapi yang mencolok menurut peneliti adalah 17% responden mengatakan bahwa perubahan kulit mereka terjadi sebelum gejala COVID-19 lainnya muncul. Dan 21% orang mengatakan bahwa ruam mereka adalah satu-satunya gejala COVID-19 yang mereka alami.

Dilansir dari Health, peneliti mengatakan bahwa penelitian mereka sangat mendukung masuknya ruam kulit dalam daftar gejala COVID-19 yang mencurigakan. Namun karena gejala ini masih kurang umum dibandingkan tanda COVID-19 lainnya, penulis penelitian bersama dengan British Association of Dermatologists (BAD) membuat daftar perubahan kulit seperti apa yang dapat mengindikasikan tertular virus corona sekaligus untuk pelacakan kontak.

1. Ruam di jari kaki

Menurut BAD, ruam di kaki mungkin menjadi tanda ruam COVID-19 yang paling menonjol. Secara teknis dikenal sebagai chilblains, kondisi ini biasanya terlihat lebih banyak selama musim dingin, jadi ketika ini terjadi saat musim panas, ini menjadi perhatian khusus yang akhirnya menjelaskan hubungannya dengan COVIID-19.

"Ruam muncul sebagai benjolan kemerahan dan keunguan di jari tangan atau kaki dan dapat mempengaruhi banyak jari. Ruam di tangan dan kaki biasanya sakit, bukan gatal," menurut BAD. Ruam sembuh, lapisan atas kulit mungkin mengelupas dari tempat benjolan keunguan itu, meninggalkan bercak bersisik.

Dermatolog Veronique Bataille, MD, PhD, dan peneliti Mario Falchi, PhD yang membantu dalam membuat daftar ruam ini mengatakan bahwa kondisi ini dapat terjadi berbulan-bulan setelah infeksi asli dan lebih sering terjadi pada orang muda yang mungkin awalnya dianggap asimtomatik (tidak bergejala), dikutip dari Health.

2. Eksim di dada dan leher

Bedanya ruam ini muncul karena terkena sinar matahari, biasanya berwarna merah muda dan gatal. Sementara yang ini dapat muncul kapan saja selama atau setelah infeksi dan biasanya berlangsung untuk jangka waktu yang lama. Dan menurut Dr. Bataille, pasien tidak harus memiliki riwayat eksim untuk mengembangkan ruam ini. Faktanya, sebagian besar pasien yang dilibatkan dalam survei tidak memiliki riwayat kondisi kulit.

 

2 dari 4 halaman

3. Ruam mulut

Bibir mungkin terasa perih jika ini terjadi. Saat ruam mereda, bibir bisa menjadi kering dan bersisik. BAD melaporkan bahwa nyeri di dalam mulut juga bisa terjadi.

4. Ruam papular & vesikuler

Ruam ini terjadi di sekitar lesi papular (benjolan padat dan menonjol) atau vesikula (benjolan berisi cairan). Ruam seperti ini bisa muncul di mana saja di tubuh, tetapi biasanya berkembang di siku dan lutut, serta di punggung tangan dan kaki. Terkadang, ruam papular dan vesikuler tidak mudah dikenali. Menurut BAD, dalam beberapa kasus hanya ada benjolan kecil di seluruh kulit, dan tanda-tandanya mungkin lebih halus. Secara umum, ruam biasanya sangat gatal. Pada pasien COVID-19, ruam papular dan vesikuler dapat bertahan lama setelah tahap penularan berakhir dan juga dapat muncul berminggu-minggu setelah permulaan infeksi.

5. Pityriasis rosea

Menurut Mayo Clinic , pitiriasis rosea adalah ruam yang biasanya dimulai sebagai bintik lingkaran atau oval besar di dada, perut, atau punggung. Disebut "herald patch", tempat ini bisa mencapai lebar 4 inci. "Tambalan tanda biasanya diikuti oleh bintik-bintik kecil yang menyapu dari tengah tubuh Anda dalam bentuk yang menyerupai cabang pohon pinus yang terkulai," kata Mayo Clinic. BAD mengatakan ruam bisa bertahan beberapa bulan sebelum sembuh.

6. Ruam purpura atau vaskulitik

Purpura adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan warna keunguan pada kulit yang disebabkan oleh pendarahan pada kulit, sementara vaskulitik berkaitan dengan pembuluh darah. Ruam ini menunjukkan beberapa bintik merah tua atau keunguan dan dapat menyebabkan bercak seperti memar. Menurut BAD, "bercak ini disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil yang dangkal dengan pendarahan di kulit."

7. Ruam urtikaria

Biduran alias urtikaria juga bisa menjadi tanda COVID-19. Ruam ini muncul tiba-tiba dan, selama berjam-jam, datang dengan cepat dan sangat gatal kemudian pergi. Bagian tubuh mana pun bisa terpengaruh, termasuk wajah. "Ruam urtikaria dapat muncul cukup awal pada infeksi tetapi juga dapat berlangsung lama kemudian ketika orang yang terkena tidak lagi menular," lapor BAD.

8. Viral exanthem

Seperti yang dikatakan dokter kulit yang berbasis di Connecticut Mona Gohara, MD, faktanya, exanthem virus (exanthem artinya meluas) adalah ruam yang umum terlihat pada pasien dengan infeksi virus. Ini adalah ruam simetris dengan banyak bercak kemerahan atau benjolan di seluruh tubuh dan menurut BAD, biasanya berjalan seiring dengan gejala penyakit virus lainnya, seperti demam dan batuk.

Dr. Bataille dan Falchi mengatakan, dibandingkan dengan infeksi virus lainnya, ruam akibat COVID-19 tampaknya lebih umum dan lebih beragam, meskipun COVID-19 bukan satu-satunya infeksi virus yang menyerang kulit. Sedangkan untuk mengatasinya, dokter kulit mungkin akan menyarankan perawatan untuk setiap lesi yang sakit. Sementara iitu, jika Anda mengira memiliki gejala kulit COVID-19, pakai masker dan karantina jika kondisi Anda baik-baik saja serta memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan, saran asisten profesor dermatologi di NYU Langone Health, Mary Stevenson, MD.

3 dari 4 halaman

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: