Sukses

Hadir Sebagai Terapi, Para Badut Rumah Sakit Siap Terbitkan Tawa Pasien-Pasien Cilik

Liputan6.com, Jakarta - Dokter dan perawat adalah sosok-sosok yang pasti ditemukan di rumah sakit. Lalu, badut biasa ditemukan di taman hiburan atau pesta ulang tahun. Umumnya demikian, bukan?

Tapi, banyak yang bilang, tawa adalah obat paling mujarab. Setidaknya perasaan bahagia mampu membuat pasien, terutama pasien anak, untuk sejenak melupakan sakitnya. Menyadari hal itu, Miguel Borras kemudian mendirikan Sonrisa Medica, sebuah organisasi nirlaba yang menjadi pionir Hospital Clowning di Spanyol.

Miguel punya pengalaman pribadi terkait kehadiran badut di rumah sakit. Suatu ketika, putrinya--Laura--yang kala itu berusia 10 tahun, tengah dirawat di rumah sakit. Miguel bercerita, Laura bisa kembali tertawa setelah sekian lama karena kehadiran badut-badut itu.

"Sudah sangat lama sejak terakhir kali aku melihatnya tertawa seperti itu. Sejak saat itu, kami memberikan semua energi kami agar anak-anak lain yang sedang dirawat di rumah sakit di Balearic Islands dapat memiliki pengalaman yang sama," ujar Miguel.

Sonrisa Medica menawarkan jasa hiburan ilusi dan banyolan dalam bentuk sosok badut lucu sebagai alat terapi di rumah sakit-rumah sakit umum di Kepulauan Balearic.

"Kami adalah pionir dalam metodologi Hospital Clowning di Spanyol. Dan kami sangat yakin bahwa humor terapeutik meningkatkan kualitas hidup seorang pasien dan pendampingnya," tulis laman Sonrisamedica.

Sonrisa Medica telah dinyatakan sebagai perusahaan utilitas publik pada 2004 oleh Menteri Dalam Negeri Spanyol. Badut-badut di Sonrisa Medica bukanlah badut biasa, mereka merupakan badut terapeutik yang dibekali pengetahuan khusus seputar seni, musik, kesehatan, dan psikologi. Semuanya aktif, memiliki akreditasi yang baik, serta berpengalaman di bidang seni pertunjukan.