Sukses

Wamenkes Dante: Kita Tidak Ingin COVID-19 di Indonesia Berulang Tahun Lagi

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono berharap agar COVID-19 di Indonesia tidak lagi merayakan "ulang tahun" virus corona yang kedua di tahun depan.

"Kita berulang tahun hari ini, satu tahun COVID-19, tapi kita tidak ingin berulang tahun lagi untuk tahun depan," kata Dante dalam kegiatan terkait setahun COVID-19 di Indonesia, yang disiarkan di Youtube Kemenristek/BRIN, dikutip Selasa (2/3/2021).

Dante mengatakan bahwa dirinya menyampaikan duka cita atas lebih dari 36 ribu orang yang meninggal karena virus corona.

"Ini adalah pengalaman tragis, sebagai konsekuensi, dari apa yang terjadi di seluruh dunia yang tidak bisa kita bendung," ujarnya.

Dante mengibaratkan pandemi ini serupa dengan Perang Dunia ketiga, di mana musuh yang harus dihadapi oleh seluruh dunia adalah musuh yang kasat mata.

Menurutnya, situasi ini tak hanya berdampak dari sisi kesehatan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, hingga kelelahan di masyarakat.

Menurut Wamenkes Dante, tidak ada yang pernah tahu kapan pandemi akan selesai. "Atau malah tidak akan pernah selesai, sehingga kita masuk tatanan baru, dunia baru, di mana kita harus hidup dengan model yang kita lakukan sekarang " sambungnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

PR Terbesar Penguatan di Hulu

Maka dari itu, selain langkah pencegahan 3M di masyarakat, Dante mengatakan pemerintah akan tetap melakukan proses 3T: testing, tracing, dan treatment.

"Kombinasi ini harus tetap berjalan, walaupun kita sudah mengalami masa-masa sulit selama satu tahun ini. Kebersamaan inilah yang akan membuat kita keluar dari proses-proses pandemi yang setahun ini berjalan."

Dante menyoroti wafatnya tenaga kesehatan yang berjuang di garda paling belakang, serta memberikan apresiasinya petugas yang masih berjuang hingga tak jarang mengalami kelelahan.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan tersebut, sehingga mereka memberikan sumbangsih, memberikan nilai-nilai kemanusiaan, mendarma baktikan apa yang mereka punya, dalam menghadapi pandemi COVID-19 dalam satu tahun selama ini," ujarnya.

Ia menyebut, pengobatan pasien COVID-19 di Indonesia sudah berkembang. Di awal pandemi, tingkat kematian sangat tinggi karena Indonesia masih meraba-raba.

Meski begitu, Dante menilai Indonesia masih punya PR besar untuk penguatan di hulu. Apabila treatment sudah didahului proses pengembangan pengobatan maka yang menjadi PR terbesar adalah testing dan tracing.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah proses tracing. Proses ini lebih penting dari proses vaksinasi, karena akan memperkuat sistem hulu, di mana masyarakat itu akan dicari, bukan ditunggu untuk didiagnosis sebagai COVID-19."

3 dari 4 halaman

Infografis Kunci Hadapi Covid-19 dengan Iman, Aman dan Imun

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini