Sukses

Dampak PPKM Mikro, Doni Monardo: Kematian Dokter Akibat COVID-19 Berkurang

Liputan6.com, Jakarta - Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut kematian dokter akibat COVID-19 berkurang.

Keberhasilan PPKM mikro dalam beberapa minggu terakhir, rata-rata kasus aktif, kematian, dan kapasitas tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) menurun di bawah 70 persen. Angka kesembuhan COVID-19 di 7 provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Bali, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur) mengalami peningkatan.

"Dampak PPKM mikro yang terjadi ini berpengaruh kepada risiko penularan virus Corona bagi para tenaga kesehatan kita, terutama dokter ya," terang Doni dalam Rapat Koordinasi Satgas Nasional pada Minggu, 28 Februari 2021.

"Di samping karena PPKM mikro, sekarang sudah ada vaksin, yang sudah dilakukan untuk lebih dari 90 persen tenaga kesehatan, sehingga yang berdampak (kematian) bukan hanya dokter. Tetapi juga perawat dan bidan serta tenaga laboratorium mengalami penurunan."

Data Satgas Nasional per 10 Februari 2021, ada 14 dokter meninggal akibat COVID-19. Jumlah tersebut menurun drastis dibanding Januari 2021, yang mencapai 58 kematian dokter.

"Kita lihat data terakhir (10 Februari) sampai dengan hari ini, tercatat 14 orang dokter yang gugur akibat COVID-19. Dibanding Januari (sebelum PPKM) jauh sekali pengurangannya," imbuh Doni Monardo.

"Ini juga karena sudah ada vaksinasi bagi tenaga kesehatan. Dan jumlah pasien yang berkurang (BOR menurun) di rumah sakit bisa membantu melindungi tenaga kesehatan."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Kematian Dokter Akibat COVID-19 Periode Maret 2020 - Februari 2021

Doni Monardo menekankan, perlindungan tenaga kesehatan, termasuk dokter dari penularan virus Corona penting dilakukan.

"Sekali lagi, kita harus berjuang keras melindungi para dokter. Karena dokter adalah benteng terakhir. Jumlah dokter kita terbatas," pungkasnya.

"Kita terus berusaha, jangan sampai terlalu banyak (pasien positif COVID-19) yang dirawat di rumah sakit. Ya, karena dampaknya, dokter kehabisan waktu, tenaga juga kelelahan, sehingga imunitas dokter berkurang."

Adapun data kasus penambahan kematian dokter akibat COVID-19 periode Maret 2020 - Februari 2021, antara lain:

1. Maret 12

2. April 13

3. Mei 6

4. Juni 11

5. Juli 27

6. Agustus 32

7. September 30

8. Oktober 25

9. November 34

10. Desember 55

11. Januari 2021 58

12. Februari 2021 14

3 dari 5 halaman

Kematian Tenaga Kesehatan Akibat COVID-19 Periode Maret 2020 - Februari 2021

Satgas Nasional juga mencatat jumlah akumulatif kasus kematian tenaga kesehatan akibat COVID-19 periode Maret 2020 - Februari 2021 berdasarkan kelompok usia, antara lain:

1. Usia di atas 60 tahun 137

2. Usia 46 - 60 tahun 123

3. Usia 31 - 45 tahun 46

4. Usia 19 - 30 tahun 11

Sementara itu, jumlah akumulatif kasus kematian tenaga kesehatan akibat COVID-19 periode Maret 2020 - Februari 2021 berdasarkan profesi, sebagai berikut:

1. Dokter 317

2. Dokter gigi 27

3. Perawat 221

4. Bidan 84

5. Apoteker 11

6. Tenaga Laboratorium Medik 15

 

 

 

4 dari 5 halaman

Infografis Tingkat Kematian Covid-19 di Indonesia Lampaui Dunia

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: