Sukses

Kapan Bisa Berolahraga Lagi Setelah Vaksinasi COVID-19

Liputan6.com, Washington - Anda mungkin pernah mendengar beberapa efek samping vaksinasi COVID-19, lalu Anda ragu untuk segera melanjutkan rutinitas berolahraga dan memilih rehat dari aktivitas fisik apa pun beberapa hari setelah menerima vaksin Corona.

Sebuah alat pelacak kesehatan baru, Whoop, melihat efek vaksinasi bagi penggunanya yang langsung latihan setelah divaksin.

Whoop merupakan alat deteksi detak jantung melalui perangkat yang dipasang di pergelangan tangan serta dapat dipantau melalui aplikasi. Peneliti telah menyurvei penggunanya tentang gejala COVID-19 sejak Maret 2020 (telah menemukan hubungan antara perubahan tingkat pernapasan pengguna dan kemungkinan mereka akan mendapat hasil tes positif COVID-19).

Atas persetujuan responden untuk membagikan data mereka secara anonim untuk keperluan penelitian, peneliti merangkum hasil temuan beserta rekomendasi untuk kinerja dan pemulihan.

Lalu saat vaksin Corona akhirnya didistribusi ke berbagai negara, Whoop kembali digunakan peneliti di AS tapi kini mencari hubungan vaksin COVID-19 dengan olahraga.

Hasilnya, terjadi peningkatan variabilitas detak jantung (HRV) setelah vaksinasi yang berarti tubuh responden lebih baik dalam menyerap latihan. Namun, peneliti mencatat bahwa setiap responden melaporkan vaksinasi sendiri, yang artinya bisa terdapat kesalahan pencatatan waktu.

Lalu survei tidak memerhitungkan olahraga yang dilakukan tiap individu dalam peride waktu tersebut, yang artinya juga bisa mengubah hasil tersbeut. Belum lagi kebiasaan minum-minum semalaman untuk merayakan telah divaksin juga dapat memengaruhi hasil. Ditambah data juga belum dipecah berdasarkan usia, jenis kelamin, atau jenis vaksin.

Menurut wakil presiden ilmu data dan penelitian di Whoop, Emily Capodilupo, ini merupakan tanda vaksin Corona dapat tertangani oleh tubuh dengan baik.

“Kami tahu ada banyak laporan bahwa vaksin COVID-19 memiliki lebih banyak efek samping daripada suntikan flu tahunan biasa. Kami ingin melakukan pendekatan bukan dari 'apakah vaksin itu baik atau buruk', tetapi, 'Jika Anda akan divaksinasi, apa yang Anda harapkan muncul di data Anda?,” kata Capodilupo, dikutip dari MensHealth.

 

2 dari 4 halaman

Tips olahraga setelah vaksin

Seorang profesor penyakit menular, Dr. William Schaffner, di Vanderbilt University Medical Center sekaligus merupakan direktur medis National Foundation for Infectious Diseases menjelaskan bahwa vaksin merangsang sistem kekebalan dan tubuh bisa memiliki respon peradangan. Ia juga mengaku terkejut meninjau kesimpulan yang sesuai dengan apa yang ia percaya, bahwa sistem kekebalan seorang atlet terlatih tidak akan terpengaruh oleh suntikan. Namun tetap, masih diperlukan lebih banyak penelitian dengan kontrol untuk menarik kesimpulan konkret, katanya.

Dr. Schaffner menyarankan, sampai ada penelitian lebih lanjut, untuk tetap mendapatkan vaksinnya. Tetapi pada hari penyuntikan hingga hari berikutnya agar tidak langsung berlari maraton. Ini serupa dengan yang direkomendasikan Whoop untuk para atlet, yaitu:

1. Menjadwalkan ijin waktu pemulihan pada tanggal vaksinasi hingga keesokan harinya. “Bersikaplah baik pada diri sendiri selama sehari,” kata Capodilupo.

2. Sebelum disuntik, perbanyak istirahat. Karena penelitian tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa mereka yang lebih banyak istirahat menghasilkan lebih banyak antibodi.

3 dari 4 halaman

Infografis 7 Tahap Daftar Vaksinasi Covid-19 via Ponsel untuk Tenaga Kesehatan

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: