Sukses

Kemenkes Imbau Nakes Penerima SMS Blast Vaksinasi untuk Segera Registrasi Ulang

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Anas Maruf menyampaikan, sehari setelah penyuntikan vaksin COVID-19 kepada Presiden Joko Widodo, vaksinasi dilakukan serentak dan bertahap kepada tenaga Kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan di 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Dia juga menuturkan pihaknya akan kembali mengirimkan SMS Blast untuk registrasi kepada 500 ribu kelompok prioritas penerima vaksinasi COVID-19 di 91 kabupaten/kota. Pengiriman SMS Blast dimulai Selasa pukul 24.00 WIB dan masih berlangsung hingga Rabu (13/1) malam. 

Anas mengatakan, Kementerian kesehatan akan mengevaluasi hal itu. Berdasarkan keterangan pers yang dikutip merdeka.com pada 14 Januari 2021, kurang lebih baru sekitar 71 ribu nakes yang melakukan registrasi. Namun, Anas menyebut angka itu masih terus bergerak.

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana calon penerima vaksin COVID-19 melakukan registrasi dan verifikasi data. Apabila registrasi tidak dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan, Anas menjelaskan nantinya sasaran vaksinasi akan didata oleh petugas dari TNI maupun Polri untuk mengidentifikasi penyebab tenaga kesehatan tidak melakukan registrasi ulang.

Untuk itu, Anas mengimbau dinas kesehatan baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk mendorong penerima SMS Blast agar segera melakukan registrasi ulang di dua saluran yang disediakan, yakni web pedulilindungi.id serta call/UMB *119#.

"Kami sudah menyampaikan hal ini kepada teman-teman di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota supaya menyiapkan Kembali SDM Kesehatan calon penerima vaksin pada tahap pertama ini untuk segera melakukan registrasi, karena malam ini kami akan lakukan evaluasi," beber Anas.

 

2 dari 4 halaman

Hotline Vaksinasi COVID-19

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi berharap agar penerima SMS Blast untuk segera memberikan respons berupa registasi ulang. Langkah ini penting sebagai bagian dari upaya menyukseskan program vaksinasi di Tanah Air.

“Di dalam notifikasi ini akan mendapatkan registrasi atau elektronik tiket yang nanti akan dibawa oleh para tenaga Kesehatan untuk mendapatkan vaksin di tempat fasilitas pelayanan Kesehatan, bisa di tempat petugas Kesehatan itu bekerja ataupun di tempat fasilitas pelayanan Kesehatan lain di sekitar tempat petugas kesehatan itu bekerja,” kata Nadia.

Nadia menuturkan bahwa pelaksanaan SMS Blast ini akan terus dikawal oleh pemerintah. Termasuk apabila tenaga Kesehatan menghadapi kendala dan kesalahan input data saat proses registrasi, maupun saran bisa menghubungi melalui Hotline Vaksinasi COVID-19 di nomor 119 ext 9.

Sementara itu, Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid, bagi tenaga Kesehatan yang tidak mendapatkan SMS Blast diminta segera melaporkan via email di vaksin@pedulilindungi.id atau melapor di dinas Kesehatan kota atau kabupaten setempat.

“Kami berharap program vaksinasi ini bisa dilakukan secepat mungkin, ini juga bisa menjadi contoh untuk pelaksanaan vaksinasi tahap selanjutnya yang lebih besar,” tuturnya.

 

(Intan Umbari Prihatin/merdeka.com)

3 dari 4 halaman

Infografis

4 dari 4 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini