Sukses

CDC Tengah Mempertimbangkan Memotong Lamanya Karantina Pasien COVID-19

Liputan6.com, New York - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) mencatat bahwa telah terjadi peningkatan kasus COVID-19 di hampir 75 persen negara pada Rabu, 21 Oktober 2020.

"Seminggu terakhir ini, kami telah melihat rata-rata hampir 60.000 kasus sehari, serta 700 kematian," kata Wakil Direktur Penyakit Menular di CDC, Dr Jay Butler saat melakukan konfrensi pers dikutip dari situs NBC News pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Jay, mengatakan, CDC menyebut kondisi saat ini sebagai tren yang menyedihkan.

Lebih lanjut, sebagian besar peningkatan kasus COVID-19 berpusat di Midwest. Jay, menjabarkan, negara-negara seperti Illinois, Indiana, Michigan, Minnesota, Nebraska, dan Wisconsin mencatat kenaikan jumlah kasus COVID-19 dalam dua minggu terakhir.

CDC mengaitkan lonjakan kasus COVID-19 tersebut sebagian disebabkan cuaca yang lebih dingin, yang memaksa orang masuk ke dalam ruangan.

"Pertemuan yang lebih kecil dan lebih intim dengan keluarga, teman, dan tetangga, mungkin memicu infeksi," kata Jay.

"Mereka mungkin bosan memakai masker, tapi itu adalah hal yang penting," Jay menekankan.

 

2 dari 4 halaman

Masa Karantina Pasien COVID-19 Akan Dikurangi?

Hingga Rabu sore, 21 Oktober 2020, waktu setempat, AS telah mencatat 8,3 juta kasus COVID-19 dan lebih dari seperempat juta kematian, menurut database situs NBC News.

Pada kesempatan itu, Direktur CDC, Dr Robert Redfield, mengatakan, CDC sedang memertimbangkan apakah masuk akal untuk memotong masa karantina seseorang yang terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Anjuran selama ini adalah karantina selama 14 hari.

Saat ini, CDC sedang melihat-lihat banyak data yang akan digunakan sebagai bahan pengujian untuk mempersingkat waktu karantina yang semula 14 hari menjadi 10 atau bahkan tujuh hari.

"Kami tidak ingin orang dikarantina selama 14 hari jika tidak perlu," katanya.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini