Sukses

Biar Maksimal Manfaatnya, Ini Tips Mengolah Kedelai dari Pakar Gizi

Liputan6.com, Jakarta Kedelai menjadi salah satu bahan makanan yang sudah banyak dikonsumsi masyarakat. Di Indonesia sendiri, tanaman ini sudah diolah menjadi berbagai produk olahan lain seperti tempe.

Dr. Rimbawan, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan bahwa faktor pengolahan penting agar manfaat kesehatan dari kedelai bisa secara maksimal didapatkan oleh tubuh.

"Pemanasan suhu tinggi akan mengurangi kadar protein, juga bisa mengurangi kadar isoflavon," kata Rimbawan dalam sebuah seminar daring pada Senin (21/9/2020).

Ia menambahkan, pada produk pangan secara umum pengolahan dengan panas dan tekanan tinggi memang akan mengurangi gizi makanan.

"Sehingga yang kami sarankan adalah bentuk-bentuk produk yang tidak digoreng menggunakan minyak yang sangat banyak tentunya. Itu akan mengurangi risiko berkurangnya zat gizi," tambah Ketua Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB tersebut.

2 dari 3 halaman

Hindari Proses Pemanasan Terlalu Tinggi

Rimbawan mencontohkan bagaimana pengolahan dari salah satu bahan makanan yang terbuat dari kedelai yaitu tempe.

"Kalau produk olahan seperti tempe itu kita goreng, maka mutu yang terkandung di dalamnya seperti isoflavon akan berkurang, tetapi kalau kita kukus berkurangnya 13 persen. Kalau kita goreng berkurangnya 40 sampai 60 persen."

Rimbawan mencontohkan, dalam suatu penelitian, bagi ibu-ibu yang mengalami menopause, kedelai akan lebih bermanfaat apabila diolah dengan cara dikukus.

Selain itu, untuk produk kedelai dalam kemasan yang dijual secara komersial, Rimbawan menyarankan agar masyarakat mengonsumsi produk yang sumber proteinnya lebih tinggi.

"Jadi upaya untuk mengonsumsi dalam bentuk yang tidak menggunakan panas itu menjadi salah satu pertimbangan yang bisa kita lakukan. Itu pembiasaan juga sebenarnya."

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini