Sukses

Pengembangan Vaksin COVID-19, Eijkman Dapat Donasi Alat Riset Senilai Rp1,2 Miliar

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mendapatkan donasi berupa peralatan dan material untuk mempercepat penelitian pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia dari perusahaan sains dan teknologi Merck.

Dalam konferensi pers virtualnya pada Kamis (3/9/2020), diungkapkan bahwa donasi berupa peralatan dan material riset tersebut senilai 1,2 miliar Rupiah.

Salah satu yang didonasikan oleh Merck adalah Magpix yang terdiri dari Luminex dan MILLIPLEX MAP yang merupakan sarana pendukung riset imunologi untuk mempelajari dinamika COVID-19 dalam sampel pasien.

"Di hilir dari pengembangan vaksin tersebut tentu saja perlu ada karakterisasi protein rekombinan kandidat vaksin tersebut," kata R. Tedjo Sasmono, peneliti LBM Eijkman.

"Di sini dari Merck membantu kami untuk penyediaan salah satu alat yang disebut Magpix. Suatu alat untuk multiplexing technology."

Tedjo mengatakan, alat ini secara umum bertujuan untuk mengukur atau mendeteksi konsentrasi beberapa analit/protein/komponen/material biologis, dan lain-lainnya dalam satu kali pengukuran.

"Dengan multiplexing ini akan menghemat bahan uji misalnya serum, karena dalam riset vaksin kita tidak bisa mengambil banyak serum misalnya dari tikus atau dari anak-anak, itu tidak bisa seenak kita sendiri. Jadi harus menghemat bahan uji di mana dengan volume yang kecil kita bisa mendapatkan banyak data," kata Tedjo.

2 dari 3 halaman

Dinilai Lebih Efektif

Tedjo menambahkan, alat tersebut akan digunakan untuk melakukan studi imunologi dengan melihat respon imun tubuh terhadap vaksin baik secara pra-klinis atau uji klinis.

"Jadi kita bisa melihat safety dari vaksinnya apakah dia menginduksi respon imun yang bagus atau menginduksi inflammatory response."

Sementara Ilma Equilibrina, Segment Manager-Sales Manager Life Science dan Research Solution Merck Life Science mengatakan, Magpix yang mereka donasikan kepada Eijkman mengatakan, dari segi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan analisa bisa lebih cepat.

"Dibutuhkan juga volume sampel yang lebih sedikit sehingga lebih efektif juga dalam pengerjaan penelitian vaksin COVID-19," kata Ilma pada kesempatan yang sama.

Selain Magpix, Merck juga mendonasikan reagents dan consumable yang dibutuhkan untuk membuat Viral Transport Medium yaitu media dalam tabung untuk penyimpanan sampel uji swab pasien.

Selain itu, LBM Eijkman juga mendapatkan RiOs Essential Water Purification System yang merupakan sistem purifikasi air ideal untuk laboratorium yang membutuhkan produksi konstan air murni tipe-3 kualitas tinggi.

Diperkirakan vaksin COVID-19 buatan Indonesia akan tersedia untuk proses lebih lanjut, termasuk uji klinis di Indonesia pada awal semester 2021.

3 dari 3 halaman

Saksikan juga Video Menarik Berikut Ini