Sukses

Eijkman: Tiga Bulan ke Depan Vaksin Merah Putih Ditargetkan Bisa Diuji ke Hewan

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menargetkan, vaksin COVID-19 buatan dalam negeri atau vaksin Merah Putih, bisa mulai diuji klinis di awal tahun 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur LBM Eijkman Profesor Amin Soebandrio saat dihubungi Health Liputan6.com pada Selasa kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Amin mengatakan bahwa mereka memiliki harapan agar proses uji vaksin Merah Putih pada hewan bisa dilakukan dalam dua sampai tiga bulan ke depan.

"Target kita kan awal tahun depan, Februari atau Maret, kita harus sudah memberikannya kepada industri untuk dilanjutkan dengan uji klinik," kata Amin, ditulis Rabu (12/8/2020).

Ia menjelaskan bahwa belum ada rencana spesifik terkait akan perusahaan yang akan melakukan uji klinis vaksin Merah Putih.

2 dari 3 halaman

Penentuan Relawan Keputusan Industri

Selain itu, untuk penentuan terkait uji klinis seperti banyaknya relawan yang diperlukan, Amin mengatakan bahwa keputusan tersebut berasal dari pihak industri.

"Bukan porsinya Lembaga Eijkman lagi, walaupun Eijkman tetap akan mengawal, yang mengatur adalah pihak industri," ujarnya. Ia menambahkan, dalam proses tersebut, lembaga yang ia pimpin hanya menyiapkan bibit vaksinnya saja.

Terkait kapan vaksin merah putih akan bisa diedarkan secara komersial, Amin mengatakan bahwa vaksin ini kemungkinan baru bisa digunakan secara luas usai uji klinis di akhir 2021.

"Saya kira akhir 2021 baru selesai uji kliniknya. Kita untuk memastikan ini betul-betul aman dan bermanfaat," kata Amin.

Sebelumnya, saat meninjau acara penyuntikkan calon vaksin COVID-19 di Bandung kemarin, Presiden Joko Widodo menargetkan vaksin Merah Putih bisa selesai di pertengahan 2021.

"Kita harapkan vaksin Merah-Putih ini juga akan segera selesai dan diperkirakan ini akan bisa diselesaikan nanti di pertengahan tahun 2021," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak juga Video Menarik Berikut Ini