Sukses

Masker Kain Tak Bisa Saring Virus? Simak Kata Dokter Lula Kamal

Liputan6.com, Jakarta Berbeda dengan masker bedah, masker kain dianggap tidak bisa menyaring virus, termasuk virus Corona COVID-19. Lantas apakah tetap efektif menggunakaan masker kain?

"Masker kain katanya enggak bisa menyaring virus. Itu betul karena ukuran virus jauh lebih kecil daripada pori-pori yang ada pada masker kain," ungkap dokter sekaligus praktisi kesehatan Lula Kamal melalui kiriman video yang diterima Health Liputan6.com, Kamis (9/4/2020).

"Tapi yang namanya virus ini enggak sendirian. Dia akan terikat dengan droplet (percikan) yang ada pada waktu kita berbicara, batuk, dan bersin. Nah, droplet akan terlempar keluar atau dia akan nyembur."

Peran masker kain akan membantu sebagian besar droplet yang akan keluar. Droplet tertahan pada masker kain.

"Tentunya, membantu sekali masker kain ini," lanjut Lula Kamal.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Cegah Penularan Virus

Orang yang sehat tetap harus memakai masker. Cara ini mencegah penularan virus dan memutus mata rantai COVID-19.

"Sekarang kan kita semua harus menggunakan masker ya. Buat masyarakat bisa menggunakan masker kain untuk menjaga penularan virus. Walaupun merasa sehat, tapi kita enggak tahu juga, apakah membawa virus Corona," Lula Kamal melanjutkan.

"Banyak kasus COVID-19 yang ditemukan justru tanpa gejala. Nah, masker kain tetap membantu mengantisipasi droplet yang keluar."

Anda bisa membeli masker kain yang sudah dijahit rapi. Tapi bisa juga membuat masker kain sendiri.

"Kalau pakai kerudung atau jilbab yang terbuat dari bahan katun tinggal kita pakai. Pokoknya, tutup hidung dan mulut. Untuk masker bedah dan masker N95 itu untuk petugas medis ya," ujar Lula Kamal, yang juga publik figur ternama Tanah Air.

3 dari 4 halaman

Perlindungan 70 Persen

Ketua Pakar Gugus Tugas Wiku Adisasmito menyampaikan, masker kain digunakan oleh masyarakat saat berada di tempat umum dan berinteraksi dengan orang lain.

“Masker dapat terbuat dari kain, minimal tiga lapis. Apabila mulai basah, bisa diganti,” kata Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Dari hasil penelitian, masker kain hanya memiliki efektivitas menangkal virus Corona sebesar 70 persen. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap jaga jarak saat di keramaian minimal 1-2 meter.

Menurut Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, penggunaan masker kain kurang lebih 4 jam sekali dan disarankan harus diganti. Kemudian dicuci dengan air sabun.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: