Sukses

Ketika Penyuluh KB Terjun Perangi Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Di tengah wabah Corona COVID-19. para penyuluh KB rupanya tetap bekerja dan mengedukasi masyarakat. Namun, bukan hanya soal alat kontrasepsi dan keluarga, mereka pun ikut mempromosikan pencegahan COVID-19. Penyuluh KB turut andil memerangi COVID-19.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Hasto Wardoyo menerangkan, penyuluhan tetap harus dilakukan di tengah kondisi pembatasan jarak (social distancing) yang dianjurkan pemerintah.

“Segala bentuk pertemuan memang tidak disarankan lagi. Oleh karena itu, para penyuluh KB sedang disiapkan metode e-learning atau pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan dan memperkuat jejaring para penyuluh KB,” ungkap Hasto sebagaimana keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Senin (30/3/2020).

"Kami memiliki tenaga lini lapangan mencapai lebih dari 23.000 yang bertugas secara formal sebagai penyuluh/petugas lapangan KB dan kader sukarelawan hingga 1 juta kader. Potensi ini digunakan untuk bersinergi dalam memerangi wabah COVID-19 kepada masyarakat. Tentunya, dalam bentuk promosi-promosi (kesehatan) yang mampu mengubah perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19."

Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB dianjurkan menggandeng kader sebagai upaya promosi pencegahan COVID-19. Komunikasi dapat dibentuk melalui grup chat atau media daring sebagai media untuk mengedukasi cara pencegahan terhadap COVID-19.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Gunakan Mobil Unit Penerangan

Selain melalui media daring, sosialisasi pencegahan COVID-19 oleh para penyuluh KB juga dilakukan dengan menggunakan Mobil Unit Penerangan. Mobil ini sudah diberikan kepada Perangkat Dinas KB di kabupaten/kota se-Indonesia.

Mobil yang difungsikan untuk kegiatan penyuluhan langsung ke masyarakat merupakan salah salah satu bentuk dana alokasi Khusus dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. “Gunakan juga Mobil Penerangan (MUPEN) untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” tegas Hasto.

“Sinergikan dengan pihak kepolisian dan tenaga kesehatan. Ini untuk memberikan peringatan kepada masyarakat akan pentingnya melakukan social distancing, sebagai bentuk partisipasi masyarakat.”

 

3 dari 5 halaman

Imbauan yang Disuarakan

Penyuluh KB/petugas lapangan KB dapat memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan kegiatan pertemuan di wilayahnya secara tatap muka. Apabila terpaksa dilaksanakan pertemuan, tetap menjaga jangkauan jarak interaksi antar individu sesuai dengan ketentuan prosedur kewaspadaan COVID-19.

Jaga jarak minimal 1 meter sampai 1,8 meter. Penyuluh KB juga terus memberikan imbauan agar setiap keluarga menjalankan Aksi 8 Fungsi Keluarga (agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan).

"Dengan setiap keluarga melaksanakan aksi 8 (delapan) fungsi keluarga serta sesuai anjuran Presiden Joko Widodo untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah, maka diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Corona, khususnya di dalam unit terkecil masyarakat, yakni keluarga," Hasto menekankan.

4 dari 5 halaman

Tunjukkan Rasa Empati

Hasto berpesan kepada penyuluh KB, setiap kali melakukan penyuluhan, jangan lupa menunjukkan rasa empati kepada masyarakat.

”Masyarakat butuh empati, kalau hanya penyuluhan tanpa membayangkan menjadi masyarakat itu sendiri akan sulit. Ketika penyuluhan, kita harus menunjukan dulu rasa empati kita pada masyarakat," pesannya.

"Teman-teman penyuluh KB harus bisa mengambil hati masyarakat. Mempelajari suasana hati dan batin masyarakat, kemudian baru memberikan penyuluhan. Mengenali audiens untuk memahami kebutuhan dan aspirasi mereka, sehingga pesan yang disampaikan relevan."

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: