Sukses

Ingin Pernikahan Bahagia Penuh Cinta? Biasakan 5 Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta Setiap pasangan menikah tentu mendambakan pernikahan bahagia. Namun, diperlukan usaha untuk mewujudkannya.

Pernikahan bahagia tak terjadi dalam semalam seperti dongeng pengantar tidur. Ada proses dan upaya nyata dalam meraihnya. Karena pasangan suami istri sejatinya adalah dua kepala yang berbeda.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan dalam upaya menciptakan pernikahan bahagia dan penuh cinta.

1. Menumbuhkan kepercayaan

Seperti halnya tanaman, kepercayaan pada pasangan juga perlu disiram dan dipupuk agar bisa tumbuh dengan baik dengan akar yang kuat. Memiliki kepercayaan pada pasangan merupakan pondasi sebuah hubungan pernikahan yang tak mudah hancur terkena masalah. Dan hal paling penting lagi, jadilah orang yang bisa dipercaya dan milikilah pasangan yang bisa dipercaya.

2. Ada untuk satu sama lain

Sederhananya, be present. Hadirlah ketika dibutuhkan dan terlibatlah dalam segala urusan yang menghubungkan kepentingan bersama. Karena yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan cinta atau pernikahan adalah kepedulian, kehadiran datu sama lain untuk saling mendukung dan menyelesaikan kesulitan bersama-sama. Singkirkan handphone dan berinteraksilah secara langsung.

 

2 dari 2 halaman

Mendengarkan

3. Mendengarkan

Meski tampak sederhana namun tak semudah itu diterapkan. Tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik saat orang lain bicara. Ada yang bebal, tak mau diberi nasihat, suka mengabaikan banyak hal atau tidak bisa menerima kritik. Inilah yang susah jika harus membangun pernikahan yang bahagia. Perlu kesadaran diri untuk mau mendengarkan secara serius dan mendalam pendapat masing-masing.

4. Belajar memaafkan

Menyadari bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dan mengecewakan, namun yang paling penting adalah mampu memaafkan. Inilah yang akan membangun pernikahan yang saling menguatkan. Tentu saja tidak kemudian bisa mudah meminta maaf dan mengulanginya lagi.

5. Mampu menerima pasangan

Kemampuan saling menerima ini akan sangat dibutuhkan dalam berbagai situasi. Jika ingin mencari yang lebih baik tentu ada, namun apa esensinya jika selalu ingin mencari lebih baik dan tak pernah puas? Pikiran seperti ini tak dibutuhkan jika ingin membangun pernikahan yang baik dan bahagia, apalagi bertahan selamanya.

Jadi, sebuah pernikahan memang selalu membutuhkan pengorbanan dan usaha, apalagi pembiasaan untuk pernikahan yang bertahan selamanya.

(Febi Anindya Kirana/Fimela.com)