Sukses

Alasan Lama Waktu Observasi WNI Kapal World Dream dan Diamond Princess Berbeda

Liputan6.com, Jakarta Lama waktu observasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kapal World Dream dan Diamond Princess berbeda. Untuk WNI Kapal World Dream memakan 14 hari, sedangkan WNI yang akan dijemput di Kapal Diamond Princess diobservasi selama 2 kali 14 hari, total 28 hari.

Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto menyebut, perbedaan lama waktu observasi dilihat dari kondisi WNI pada masing-masing kapal pesiar.

"Yang (WNI) Kapal World Dream observasinya 14 hari. Kasus ini beda dengan Diamond Princess. Kita monitor per orang yang WNI World Dream dalam 14 hari. Nah, terhitung juga dari tanggal 5-9 Februari 2020, mereka juga kan sudah dinyatakan sehat oleh pemerintah Hong Kong," tegas Yuri melalui teleconference di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin (25/2/2020).

"Sampai sekarang tidak ada penyakit atau gejala virus corona (COVID-19) yang muncul didalam dan dilaporkan. Jika pada pemeriksaan spesimen WNI dari Kapal World Dream cukup ditemukan ada yang positif COVID-19. Maka, akan diobservasi menjadi 2 kali 14 hari."

WNI dari Kapal World Dream diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Hari ini (26/2/2020), dilakukan pemindahan WNI secara boat to boat dari Kapal World Dream ke KRI Soeharso milik TNI Angkatan Laut.

Kedua kapal bertemu di Selat Durian, Riau. Selanjutnya, KRI Soeharso yang membawa WNI bertolak ke Pulau Sebaru Kecil.

2 dari 3 halaman

9 Orang Positif COVID-19

Untuk lama waktu observasi WNI dari Kapal Diamond Princess akan memakan waktu 2 kali 14 hari. Ini melihat ada 9 WNI di kapal pesiar yang bersandar di Yokohama, Jepang tersebut positif COVID-19.

Ada pertambahan jumlah, dari yang semula 4 orang, 7 orang, kemudian menjadi 9 orang WNI yang mengalami gejala COVID-19. Dengan demikian, dibutuhkan observasi yang cukup lama.

"Yang positif COVID-19 bertambah, skema awal observasi WNI dari Kapal Diamond Princess selama 2 kali 14 hari. Caranya dengan sistem clustering (pengelompokan). atNanti akan dikelompokkan. Kalau yang pas observasi di Natuna, Riau itu kan semuanya ya dalam satu ruangan. Nah, yang Diamond Princess berbeda," Yuri menekankan.

"Kita berusaha untuk membatasi kontak orang yang punya gejala, riwayat positif COVID-19, dengan yang tidak (sehat)."

Saat ini, pemerintah belum menentukan lokasi observasi untuk WNI dari Kapal Diamond Princess. Masih menjadi pertimbangan lokasi, terlebih lagi mereka akan diobservasi tidak dalam satu ruangan terbuka.

"Betul-betul akan diclustering. Semuanya terpisah, kamar terpisah, ruang makan terpisah. Demi menghindarkan kontak antar orang," tambah Yuri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Loading